Thursday, August 17, 2017

Apa Itu Déjà vu? Pernah Mengalaminya? Ini Penjelasan Lengkapnya

Halo guys, kali ini saya akan membahas masih seputar tentang waktu. Kalo kemaren membahas Lucid Dream dan 3 Jenis Mimpi, sekarang saya akan membahas yang setiap orang pasti alami yaitu Déjà vu. Apa sih Déjà vu itu? Mengapa kita mengalami Déjà vu? Apa penyebab Déjà vu dan bagaimana Déjà vu bisa terjadi? Kita akan bahas tuntas mengenai Déjà vu hanya disini.
Septino Wibowo
Seperti biasa, saya akan bercerita pengalaman saya yang pernah mengalami Déjà vu bahkan sampai sekarang.

Cerita Dimulai,
20 Maret 2006, pagi hari saya menonton TV sebelum berangkat sekolah. Seperti biasa film kartun Spongebob sesalalu menghibur saya tanpa terasa sudah jam 07:30. Saya pun bergegas mandi dan berganti seragam sekolah putih merah. Seingat saya waktu tu adalah hari senin yang cerah, dan suasana berubah ketika saya sudah masuk kedalam kelas karena mendung yang begitu pekat menyelimuti Desa Dororejo, desa saya tercinta.

Tak lama kemudian hujan pun mengguyur desa, saking derasnya hanya dalam hitungan menit air sudah meluap dan menutup rumput lapangan sekolah. Setelah itu ada Guru yang masuk kelas saya dan memberitahukan untuk dipulangkan lebih awal. Waktu itu semuanya bergembira dan langsung bergegas merapikan kelas dan berdoa. Waktu berdoa ada kilat yang berwarna kemerahan membuat saya tersentak dan melihat sekilas air yang begitu deras mengguyur desa serta beberapa rumah ambruk terseret arus air yang begitu deras.

Kemudian teman sebangku saya yang bernama Aris menepuk pundak saya dan berkata jangan ngelamun sudah waktunya pulang. Kami pun keluar kelas dan memasukkan sepatu dalam tas dan berlari berhamburan ke lapangan tanpa alas kaki dan hujan hujanan. Setelah merasa puas kami pun pulang ke rumah masing masing. Ada perasaan gelisah saat pulang karena Ibu belum pulang dari kerja berjualan kue di Pasar Ngablak. Saya pun berlari pulang dan mendapat sedikit omelan Nenek karena basah kuyup. Setelah itu saya mandi dan berganti baju, kemudian keluar rumah dan melihat jalanan yang sudah tertutup oleh air yang mengalir deras.

Empang kecil dibelakang rumah pun sudah tak terlihat dan ketika saya masuk kedalam rumah dan ke kamar mandi air sudah menutupi lubang saluran. Saya pun berteriak kepada Nenek bahwa air sudah masuk ke dalam rumah. Ternyata Nenek, Mbak saya dan suaminya sudah berberes beres barang dan menaruhnya di atas lemari yang tinggi dan menaruh barang yang tidak muat diatas lemari diatas kasur karena terpaksa. Kemudian Nenek mengunci pintu belakang dan kami mennggungsi ke sebelah rumah kami yang tingkat. Tak lupa Mbak saya mengunci pintu terlebih dahulu. Keponakan saya yang masih bayi terus menangis digendong oleh Mbak.

Tak lama kemudian air mulai naik dengan cepat dan banjir bandang pun datang persis seperti yang saya lihat sekejap saja tadi waktu ada kilat kemerahan. Ada yang membuat saya heran karena saya seperti sudah mengalami hal ini padahal ini adalah banjir bandang pertama dalam hidup saya. Saya mencoba menebak nebak apa yang terjadi karena saya merasa ada hal yang sama yang pernah saya alami tapi itu tidak mungkin. Saat saya menebak bahwa ada sekarung sepatu terbawa arus ternyata benar ada tetangga saya yang menemukan sekarung sepatu yang sudah terpakai atau sudah lusuh terbawa arus dan diambilnya.

Saat saya menebak ada beberapa orang yang akan berenang bersenang senang didepan rumah ternyata juga terjadi. Saya makin bingung dan saya mengingat kembali bahwa Ibu saya belum pulang dan membuat saya seketika menangis membayangkan dimana dia berada. Tak lama kemudian Ibu berjalan dari ujung jalan dengan membawa tenong dipunggungnya dan menggunakan caping seraya bercakap cakap dengan tetangga yang berjalan jalan saat air mulai surut. Hati saya pun lega melihat Ibu saya sudah pulang dengan selamat, Ibu bilang bukan hanya di desa ini saja yang banjir tapi juga di beberapa daerah seperti Jepara dan Kudus karena Tanggul yang jebol.

Setelah air mulai surut dan habis dijalanan kami pun turun ke rumah masing masing dan bersih bersih rumah dari lumpur yang begitu banyak disekitar rumah serta bau bensin dan minyak tanah yang bercampur membuat kepala saya sedikit puisng.

Saya mengalami Déjà vu beberapa kali dalam setahun dan tebakan saya selalu benar ketika hal yang saya rasa pernah alami itu terjadi kembali. Bagaimana dengan kamu? Pernah mengalaminya?

Terus Apa penyebab terjadinya Déjà vu? Hal ini terjadi secara spontan atau tanpa disengaja karena sifatnya yang sekilas membuatnya sulit untuk diteliti oleh para ilmuan dan juga beberapa ahli.


Apa itu Déjà vu?
Déjà vu adalah suatu peristiwa yang dialami oleh seseorang yang mana ia merasa yakin telah mengalami peristiwa baru tersebut sebelumnya. Dan seseorang yang mengalami hal yang baru itu tersebut merasakan suatu kesamaan yang telah dialami di masa lalu atau telah melihat hal tersebut dalam mimpinya.

Jenis jenis Déjà vu
Déjà vu dibagi menjadi tiga bagian yaitu:

  • Deja Senti (memikirkannya)

Para ahli meneliti bahwa ini adalah fenomena kejiwaan yang mana sesuatu yang dirasakan pasda masa lalu tersebut sangat mirip dengan apa yang dirasakan sekarang, dan dengan kesamaan peristiwa tersebut membuat seseorang merasa bahwa telah merasakan hal yang sama pula pada masa lalu.

  • Deja Vecu (mengalami)

Deja Vecu adalah suatu perasaan dimana seseorang telah mengtahui apa yang sedikit lagi akan terjadi atau merasa telah megingat hal tersebut.

  • Deja Visite (mengunjungi)

Deja Viste ini adalah suatu perasaan yang mana perasaan tersebut berpendapat bahwa pernah mengunjungi suatu tempat yang benar-benar baru. Dan biasanya berasosiasi memiliki pengetahuan tentang suatu tempat yang belum pernah dikunjungi.

Déjà vu Menurut Para Ahli
Adapun pendapat lainnya seperti dari Prof. Ahmad Syauqi Ibrahim yang mana beliau membahas masalah déjà vu ini dalam bukunya yang berjudul Misteri Potensi Gaib Manusia. Beliau mengatakan bahwa déjà vu sangat berhubungan erat dengan aktivitas ruh. Hal ini dijelaskan dalam hadist berikut :
“Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami. Dan hanya kepada-Nya kami kembali.”
Rasulullah SAW mengatakan bahwa tidur sebagai kematian karena kitika kita tidur tubuh tidak terkandung ruh dan ruh akan kembali lagi ketika kita berada dalam kondisi sadar atau bangun. Dan inilah yang disebut kematian kecil karena pada waktu tidur yang tertinggal hanyalah jiwa saja.

Maka dari itu ruh bisa berkunjung pada masa lalu dan masa sekarang kemudian otak bertugas untuk merekam kejadian tersebut. Sehingga pada posisi sadar kita sering sekali merasa telah melakukan hal yang baru saja terjadi atau hal yang belum pernah terjadi namun sudah terjadi pada masa lampau yang sering kita sebut sebagai déjà vu. Dengan demikian, déjà vu masih menjadi sebuah fenomena permasalahan yang mengundang kemisteriusan karena alasan terjadinya masih saja tidak dilandasi pada teori yang kuat.

Demikianlah artikel yang membahas tentang Déjà vu, semoga artikel diatas bisa bermanfaat bagi kalian semua. Dan jika kalian terjebak pada lingkaran waktu Déjà vu, jangan khawatir karena hal itu bisa diatasi dengan tidak mencoba mengingat ingat hal yang kamu rasa pernah terjadi dan waktu itu sedang terjadi maka Déjà vu akan menurun kadarnya dalam beberapa saat.

Ok guys, jika kalian punya pertanyaan silahkan tanyakan di kolom komentar atau via chat facebook dan DM instagram. Jangan bermain main dengan waktu karena waktu dapat mempermainkanmu dan realita dapat berubah menjadi imajinasi yang tak berujung. Akhir kata, 'mereka' ada disekitar kita. Septino Wibowo