Monday, August 14, 2017

Asal Usul Pesugihan dan Tumbal Gunung Kawi Serta Pandangan Dalam Islam

Halo guys, seperti biasa ya updatenya sekarang 2 hari sekali karena banyak kegiatan. Kali ini saya akan berbagi pengalaman dan informasi kepada kalian semua tentang Gunung Kawi, Malang, Jawa Timur bukan yang di Bali ya hehe. Banyak orang membicarakan tentang Gunung Kawi tidak lain yaitu pesugihan dan kekayaan. Banyak orang miskin yang sudah buntu akal pikirannya mencoba untuk menjalani Pesugihan di Gunung Kawi. Benarkah Gunung Kawi menjadi tempat ritual pesugihan? dan apakah benar kekayaan akan dicapai dengan menjalankan ritual dan tumbal? Mari kita bahas tuntas hanya disini.
Septino Wibowo
Februari 2016, Saya bersama 3 teman saya 1 laki laki dan 2 perempuan. Kami berencana untuk mendaki Gunung Kawi dan juga penasaran tentang kisah dibalik Pesugihan yang telah populer di seluruh nusantara itu. Jadi kami berangkatlah kesana menggunakan mobil travel dan menempuh perjalanan yang luamayan lama yaitu 2 hari serta berhenti di beberapa tempat untuk makan minum dan beribadah. Akhirnya kami sampai ke tempat wisata dan kami kebetulan bertemu dengan Kuncen atau Juru Kunci yang mengetahui banyak hal tentang Gunung Kawi dan saya pun tidak mau melewatkan kesempatan emas itu untuk bertanya tanya mengenai Pesugihan.


Awalnya Kuncen itu memandang saya aneh tapi entah kenapa dia langsung mengangguk angguk setelah saya melihat 'peliharaan' nya dibelakangnya. Dia bercerita bahwa yang datang kesini untuk Pesugihan biasanya pengusaha yang sedang bangkrut dan juga orang miskin yang terlilit hutang. Dan bisanya yang berhasil menjalankan ritual adalah orang miskin yang terlilit hutang daripada Pengusaha kaya karena keyakinan dan keinginan yang berbeda. Kemudian Kuncen itu bertanya kepada saya kenapa saya tertarik mengetahui tentang Gunung Kawi, saya pun menjawab untuk pengetahuan saja dan Kuncen itu tersenyum. Setelah itu Kuncen tersebut menawari saya untuk melihat lihat terlebih dahulu pemakaman dan tempat bersejarah lainnya termasuk Pohon Gede tempat Raja Ghoib Gunung Kawi.


Saya beserta teman saya pun segera kesana mumpun masih pagi buta sekitar jam setengah 6 an mungkin. Suasana yang sangat dingin dan horror itu membangkitkan sensor saya bahwa banyak dari 'mereka' yang tidak suka dengan kehadiran saya dan teman teman saya. Kuncen iu bilang untuk tenang karena mereka hanya penjaga, saya pun sedikit lega. Kemudian pemakaman yang untuk berziarah ini adalah tempat bagi mereka yang menginginkan kekayaan dari Raja Ghoib Gunung Kawi. Ketika saya melihat lihat sekitar banyak dari 'mereka' berpenampilan layaknya pasukan kerajaan dan juga beberapa 'makhluk' yang saya tidak tahu namanya bermuka menjijikkan mencoba menghampiri teman saya.

Saya pun berkata pada Kuncen jangan sampai teman teman saya diikuti mereka atau dirasuki, Kuncen pun bilang jangan khawatir karena ada saya yang secara alami melindungi teman saya. Saya tidak paham ucapannya tapi saya tetap mengikutinya berjalan menyusuri jalan setapak yang sepertinya baru dibetulkan. Kemudian kami sampai di tempat Pohon tempat sang Raja Ghoib. Saya hanya melihat beberapa makhluk seperti mbak kunti dan Genderuwo yang lalu lalang saja, tapi tidak ada sosok yang mengerikan seperti Raja Ghoib itu. Setelah itu Kuncen bilang kalo ingin bertemu Raja Ghoib saya harus bertapa dan saya menolaknya dengan segera karena saya tahu maksudnya. Kemudian Kuncen bilang kalo berkemah jangan menghadap timur, kami pun mengangguk dan berpamitan kepada Kuncen dan melanjutkan perjalanan mendaki yang sudah ada rute nya sendiri.

Di perjalanan saya perasa sedikit mual, entah kenapa sesak nafas dan juga pusing tiba tiba datang padahal sudah beberapa kali mendaki tidak pernah merasa seperti ini. Kemudian saya melihat sekitar kami ternyata banyak hal yang mengganggu dan saya melihat Leak yang terbang ke atas gunung dan beberapa 'makhluk aneh melihat saya dengan tatapan aneh. Saya pun mengabaikan mereka dan membaca doa surat surat pendek dan akhirnya sakit kepada serta sesak nafas saya berangsur menghilang. Teman teman saya yang melihat saya sudah parno dan ingin pulang tapi saya menyuruh mereka untuk melanjutkan perjalanan. Sampai di pos terakhir kami pun memutuskan untuk berkemah disini karena puncak Gunung masih jauh dan malam segera tiba.

Kami pun mendirikan tenda dan sesuai kata Kuncen kami menghadapkan tenda keatas utara. Kami pun mulai membuat api unggun kecil dan memasak mie rebus serta ketela" yang dibawa teman saya dari rumah. Tidak ada yang aneh karena 'mereka' hanya lewat sana sini walaupun melihat saya dengan aneh. Kami pun segera tidur setelah makan malam dan beberapa saat menyanyi dan bercanda serta diiringi musik dari smartphone.

Saya pun penasaran dengan Gunung ini serta sang Raja Ghoib itu, lalu saya memberanikan diri untuk Astral Projection. Setelah berhasil masuk saya pun melihat Kuncen dan beberapa orang lainnya berbicara entah apa saya tidak mendengar karena pusat perhatian saya tertuju pada sososk Hitam tinggi dibalik Pohon. Saya pun mencoba melihatnya dan ternyata mungkin dia yang disebut Raja Ghoib Gunung Kawi. Saya yang sudah melihatnya pun segera kembali kealam saya tapi beberapa makhluk astral tidak mengizinkan saya lewat. Salah satu dari mereka berkata selamatkan saya dalam bahasa jawa. Sebagian yang lain menangis dan saya pun tidak ada pilihan lain selain menerobos mereka dan segera kembali ke alam saya tidak perduli jika ada yang mengikuti.

Keesokan harinya kami pun merobohkan tenda dan naik kepuncak Gunung dan berpoto" ria. Pemandangan yang sedikit mendung membuat kami sesegera mungkin untuk turun gunung. Diperjalanan kami bertemu beberapa pendaki lain yang nampaknya ketakutan entah kenapa dan saya memberanikan diri untuk bertanya ada apa, mereka hanya bilang pemandangannya jelek dan segera turun gunung, tak jauh dari kami tiba tiba salah satu dari mereka tergelincir dan jatuh tersungkur. Seorang wanita sekitar umur 30 tahunan itu pun merintih kesakitan dan misuh misuh. Lelaki yang mungkin suaminya itu pun menolong wanita itu untuk berdiri, 3 teman mereka pun membantu wanita itu untuk beristirahat sejenak. Kami pun penasaran dan ikut beristirahat.

Setelah itu wanita itu menatap saya dan bertanya, semalam kami berkemah dimana, kami pun menjawab di pos terakhir. Terus wanita itu mengangguk dan lelaki yang ternyata memang suaminya bertanya, apa kami tidak bertemu dengan yang aneh aneh. Kami pun menggeleng kepala, tapi satu teman saya cewek mengangguk. Dia bilang bertemu dengan seorang anak kecil berambut panjang bermata besar. Kami pun terkejut karena semalam dia terlihat baik baik saja. Terus wanita yang terjatuh tadi bilang bertemu dengan sosok besar menyerupai naga tadi malam, dan beberapa teman wanita itu melihat makhluk aneh serta suaminya bilang bertemu mabk kunti.

Untuk di daerah seperti ini wajar menurut saya tapi kalo sosok naga pasti ada yang punya. Kami pun bercerita banyak hal dan saya memberanikan diri bilang bahwa saya bisa melihat 'mereka', dan ternyata wanita itu sudah tahu karena dia seperti merasa aneh dengan tatapan saya yang mengarah ke berbegai tempat. Setelah itu kami pun turun gunung bersama dan bertemu dengan Kuncen itu lagi. Kuncen itu terlihat tidak suka melihat saya dan teman teman saya dan hanya diam setelah beberapa pengunjung lain datang lagi. Kami pun meninggalkan tempat wisata tersebut. Karena Wanita dan teman temannya itu orang semarang mereka memberi tumpangan kepada kita naik mobil mereka bersama hehe.
Note: Saya tidak bisa memberikan foto saya dengan teman teman saya serta wanita itu dengan teman temannya apalagi Kuncen tersebut. Karena teman saya cewek yang melihat anak kecil waktu itu meninggal 1 minggu setelah perjalanan mendaki gunung karena kecelakaan. Jadi tahu lah maksudnya. Harap dimaklumi :(

Asal Usul Pesugihan Gunung Kawi
Ok, Jika kalian masih belum paham tentang Pesugihannya akan saya bahas disini, Asal Usul pesugihan itu konon katanya ketika ada orang yang menginginkan kekayaan dan dilancarkan rezekinya mereka harus bertapa selama 3 hari, tidak boleh makan minum, buang hajat dll. Jika dalam tiga hari itu ada daun dari Pohon Gede tempat Raja Ghoib itu jatuh mengenai si orang yang bertapa maka keinginannya sudah disetujui oleh Raja Ghiob dengan syarat tertentu, jika dalam 3 hari itu tidak ada daun yang jatuh ke si orang yang bertapa ya akan pulang dengan tangan hampa, kelaparan dan juga nahan poop hehe.

Tumbal Pesugihan Gunung Kawi
Konon katanya setahun sekali orang yang melakukan perjanjian mati dengan bertapa dan disetujui oleh Raja Ghoib Gunung Kawi itu harus mempersembahkan tumbal yang masih sedarah dengan pelaku pesugihan. Biasanya yang menjadi tumbal akan mati mendadak dengan cara yang tidak wajar dan kekayaan pelaku pesugihan akan meningkat drastis. Jika pelaku pesugihan tidak memberikan tumbal maka kekayaannya akan hilang dan katanya akan meninggal secara tidak wajar sebagai tumbal terakhir yaitu pelaku pesugihan itu sendiri.

Tahap Kekayaan Pelaku Pesugihan Gunung Kawi
Setelah disetujui oleh Raja Ghoib Gunung Kawi untuk perjanjian mati kekayaan atau kelancaran rezeki pelaku pesugihan akan meningkat. Pelaku pesugihan diharuskan membuka bisnis perdagangan dan secara tidak wajar dagangan itu akan laris manis. Daun yang jatuh tadi disimpan dibawah bantal dan akan memudahkan rezeki serta akan menambahkan uang secara ghoib kedalam tempat penyimpanan uang.

Pandangan Pesugihan dalam Islam
Banyak hal yang dilarang dalam Islam terutama adalah menjauhi apa yang dilarang dan diharamkan. Lantas bagaimana pandangan Islam mengenai pesugihan:

  • Menurut Al Quran dalam Surat An Nisaa ayat 48, Allah berfirman: "Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa selain (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendakiNya."
  • Dalam Al Quran Surat Al Maidah ayat 72 juga dijelaskan, "Sesungguhnya orang yang mempersekutukan Allah, maka Allah pasti mengharamkan surga kepadanya, dan neraka adalah tempatnya."
  • Menurut Al Qur'an Surat Luqman ayat 13, Allah juga berfirman: " Sesungguhnya menyekutukan (Allah) merupakan sebuah kedzaliman besar."
  • Bahkan, segala amal baiknya berupa pahala dihapuskan ketika ia menjadi seorang yang musyrik. Allah dalam QS Al An'am ayat 88 berfirman: "Seandainya mereka mempersekutukan Allah, maka lenyap amalan yang telah mereka kerjakan."
  • Dalam pesugihan, sudah jelas manusia menyekutukan Allah dengan bangsa gaib seperti jin, setan atau iblis. Bahkan, mereka mengorbankan anggota keluarganya seperti anak untuk dijadikan tumbal. Pengorbanan selain untuk Allah, itu juga bagian dari syirik besar.
  • Tidak ada syarat dalam pesugihan yang dilakukan dengan cara islami. Sebagian besar syarat-syaratnya jauh dari agama Islam. Misalnya, berzina, mengorbankan keluarga kepada makhluk halus pemberi rejeki, dan ritual-ritual musyrik lainnya.
  • Bahkan, dosa dari perbuatan pesugihan berlipat ganda, tidak hanya syirik saja. Bila dalam pesugihan mensyaratkan tumbal, maka ia juga melakukan pembunuhan. Bila ada syarat berhubungan intim dengan bukan istrinya, berarti dia berzina.
  • Semua syarat-syarat untuk mendapatkan pesugihan memang jauh dari syariat Islam. Cara-cara seperti itu memang menjadi bagian dari cara syetan, iblis yang ingin menyesatkan manusia ke dalam gelombang kenistaan dan material yang hanya sementara.
  • Padahal, Allah sudah mengatakan bila semua kekayaan alam yang melimpah di dunia ini sudah disediakan untuk manusia agar bisa hidup dan menyembah-Nya. Kita sebagai manusia hanya berikhtiar, kerja keras, dan tidak lupa berdoa supaya usahanya diberikan kemudahan oleh Tuhan.
  • Pesugihan yang sejati berasal dari Allah. Namun, Allah tidak kemudian mengabulkan berupa kemudahan yang nyata seperti meminta kepada syetan. Allah menghendaki adanya proses, sehingga alam berjalan sesuai dengan sunatullah. Manusia harus berikhtiar, hasilnya diserahkan kepada Allah.
  • "Sesungguhnya Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum, kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa yang ada dalam dirinya mereka." Dalil ini yang dinamakan proses alam, sunatullah, dan ikhtiar.
Nah itulah pembahasan kita kali ini, semoga bisa menambah wawasan kita tentang hal yang dilarang oleh Agama dan kita bisa menghindari hal musrik tersebut. Karena menyekutukan Allah SwT adalah dosa besar yang tidak diampuni. Satu satunya tempat memohon perlindungan dan rezeki hanyalah Allah SwT. Dan ingatlah Iblis dan koloninya itu nyata dan akan selalu menebarkan kemusrikan dan kemunafikan sampai akhir zaman. Maka berhati hatilah dalam setiap langkah kita, mencari rezeki dengan cara yang halal bukan memperbudak diri kepada Setan karena Allah Maha Kaya.

Ok guys, sampai disini dulu ya pembahasannya, next time bakal bahas yang lainnya yang lebih seru di cerita dan juga fakta apalagi kalo bukan disini hehe, Akhir kata, 'mereka' ada disekitar kita. Septino Wibowo