Wednesday, August 23, 2017

Cerbung Horror: Kertas Hitam Eps.1

Tiga Sahabat

1922, Di sebuah kota tua di Inggris merupakan tempat bagi ratusan ribu tentara yang meninggal dunia secara tragis. Ada tiga sahabat bernama Maria, Susan dan Jacob. Mereka tinggal di Panti Asuhan yang menampung anak anak yang kehilangan orang tua mereka karena perang.

Suatu hari, Jacob bermain di loteng Panti Asuhan yang luas dan menemukan beberapa benda yang unik, salah satunya adalah buku yang berwarna hitam dengan ukiran aneh pada sampul bukunya, di halman pertama ada tulisan "Tulis Keinginanmu" dengan darah dan dihalaman selanjutnya sampai habis berisikan lembaran kertas berwarna hitam. Jacob pun bingung kenapa warna kertas buku itu berwarna hitam dan bagaimana cara menulis di kertas yang berwarna hitam sedangkan tinta juga berwarna hitam.

Septino Wibowo
Kemudian Jacob membawa buku itu dan memberitahukannya kapada dua sahabatnya Maria dan Susan yang sedang asyik membaca buku dongeng dikamar mereka.

Jacob: "Hai, aku menemukan buku yang unik di loteng, tapi aku bingung dengan buku ini"
Maria dan Susan menoleh ke arah sumber suara yang ternyata Jacob, mereka pun menghampiri Jacob
Maria: "Buku apa ini? Aneh sekali" (merampas buku itu dari tangan Jacob dengan cepat)
Susan: "Coba kulihat" (Maria memberikan buku itu kepada Susan), "Wah kenapa isinya hitam semua?" (Lanjut Susan bingung)
Jacob: "Nah itu yang aku bingungkan, kenapa warna kertas dalam buku itu hitam, sedangkan tinta juga berwarna hitam"
Maria: "Atau mungkin buku ini tidak menggunakan tinta untuk menulisnya" (Sambung Maria)
Jacob: "Terus pakai apa kalo bukan tinta? Darah?" (Jawab Jacob asal)
Susan: "Hi ngeri deh, jangan bermain main dengan benda seperti itu. Ingat apa yang dikatakan pengasuh kepada kita?! Banyak benda yang digunakan untuk memuja iblis sedang marak diperjual belikan saat ini"
Maria: "Ah, aku tidak percaya dengan ucapan pengasuh, mereka kan sering berbohong kepada kita. Mereka kan suka menyembunyikan jatah makan kita untuk kebutuhan mereka sendiri"
Jacob: "Iya Maria benar, pengasuh kita itu suka menakut nakuti kita dengan hal hal seperti ini, jadi kenapa kita harus takut. Benar kan Maria?!" (Sambung Jacob)
Maria: "Iya, ayo nanti malam kita membuat percobaan seperti biasa"
Susan: "Apa!!? Percobaan lagi?! Kamu tidak ingat, kita hampir tertangkap pengasuh saat kita bermain papan Ouija dua hari yang lalu"
Maria: "Kamu takut ya?!!" (Maria menyipitkan matanya melihat wajah Susan dengan dekat)
Susan: "Takut?? Siapa bilang aku takut!! Aku hanya...."
Jacob: "Ok sudah diputuskan nanti malam kita akan membuat percobaan lagi" (Sahut Jacob bersemangat)
Maria: "Deal!!" (Sambil mengulurkan tangan)
Jacob: "Deal!!" (Jacob juga mengulurkan tangan)
Susan: "O.. Ok Deal!!" (Susan dengan ragu ragu mengulurkan tangan dan membuat kesepakatan bersama)

Tiga remaja berumur 12 tahun itu memang sering membuat percobaan percobaan aneh setiap hari dan mencari cari cara untuk melakukan percobaan itu agar tidak ketahuan oleh para pengasuh dan pengurus. Tiga sahabat itu pernah mencoba permainan berbahaya seperti papan Ouija, Boneka Voodoo bahkan hampir mencoba hal aneh lainnya yang membuat para pengasuh dan pengurus kesal dan sering menghukum mereka bertiga.

Maria Janson, merupakan anak dari pemilik toko emas yang sangat terkenal di Inggris dan memiliki kekayaan yang luar biasa, ketika ada tragedi penembakan Ayah Maria meninggal dunia dengan luka tembakan tepat di dada dan Ibu Maria diperkosa para pemberontak sampai meninggal. Maria yang saat itu masih berumur 6 tahun kabur lewat jendela basement rumahnya dan bersembunyi di kebun milik tetangganya yang rimbun dan luas dan tidak bisa ditemukan para pemberontak.

Maria pun ditemukan oleh seorang pendeta yang sedang lewat menggunakan mobilnya dan membawa Maria ke Panti Asuhan. Maria yang terbiasa hidup berkecukupan menjadi anak yang nakal dan suka mencari perhatian di sekitarnya karena kesepian ketika ditinggal oleh kedua orang tuanya dengan tragis. Bertemulah Maria dengan Jacob Petterson yang merupakan anak yang sudah berada di Panti Asuha  itu sejak Bayi karena ditinggal kedua orang tuanya yang sama sama meninggal karena penyakit kanker yang saat itu belum ditemukan obatnya.

Maria dan Jacob akhirnya bersahabat dan sering membuat kegaduhan bersama, mencuri makanan temannya, menakut nakuti teman teman mereka saat tidur, pernah bermasalah dengan tetangga karena membakar halaman rumah dan masih banyak kenakalan mereka berdua yang bisa dimaklumi karena latar belakang mereka yang butuh perhatian. Terkadang mereka juga bercerita satu sama lain tentang keluarga mereka dan saling menyemangati satu sama lain.

Dua tahun kemudian, Ada anak baru bernama Susan Peterdrew, seorang gadis pendiam dan cerdas. Anak seorang Ilmuan Inggris yang meninggal karena percobaannya yang gagal dan menewaskan dua rekan kerjanya dan dia sendiri. Sedangkan Ibu Susan menikah lagi dengan seorang pria asal Swedia dan menitipkan Susan di Panti Asuhan.

Hari pertama Susan di Panti Asuhan tidaklah buruk, karena ada Maria dan Jacob yang langsung berkenalan dengannya dan mereka pun menjadi akrab setelah bermain dan melakukan banyak hal bersama dan Susan lah yang sering menasihati kedua sahabatnya apabila hal yang akan dilakukan melebihi batas tapi Susan juga sering terjerumus dengan perkataan Maria dan Jacob yang membuatnya ikut serta dalam berbagai hal nakal.

Malam Hari,

Maria berpura pura tidur saat ada pengawas masuk kedalam kamar yang berisikan 20 anak perempuan itu, dan langsung bergegas mengendap endap membangunkan Susan ketika sedang terlelap. Susan pun bangun dengan sedikit menggerutu karena dibangunkan Maria dengan tidak manusiawi, mereka pun mengendap endap mengintip dari lubang pintu memeriksa keberadaan para pengawas. Setelah dirasa aman, mereka pun segera ke kemar Putra dengan membawa penerangan lilin. Maria dan Susan pun memberi sinyal kepada Jacob untuk keluar dengan suara kucing. Tak lama kemudian Jacob pun keluar dari kamarnya membawa buku "hitam" itu dan sebuah silet kecil dan segera menuju loteng bersama sama dengan mengendap endap.

Setelah sampai diloteng, mereka pun mencari tempat bersembunyi untuk menghindari para pengawas yang kadang memeriksa loteng. Mereka bersembunyi dibalik lemari tua yang besar dan membuka pintu lemari itu menjadi dua agar tidak kelihatan dari arah tangga. Mereka duduk bersama dan menaruh lilin ditengah tengah untuk penerangan mereka, setelah itu Jacob pun membuka buku "hitam" itu.

Jacob: "Siapa yang mau mencobanya terlebih dulu?" (Jacob bertanya dalam bisikan pelan pelan)
Maria: "Tentu saja kamu Jacob, kamu kan laki laki" (Balas Maria pelan)
Susan: "Iya benar" (Sahut Susan)
Jacob: "Apa? Aku? Tapi... kan sakit jika harus menggunakan darahku" (Jacob tampak ketakutan dan memegangi silet kecil ditangan kirinya yang sedikit gemetar)
Maria: "Ayolah, sakitnya hanya sebentar" (Gerutu Maria)
Jacob: "Baiklah!" (Balas Jacob, Jacob pun menutup matanya dan mengiris sedikit jari telunjuk tangan kanannya dan meringis kesakitan)
Maria: "Sekarang tulis apa yang kamu inginkan di kertas hitam itu"
Jacob: "Ok"

Jacob pun menulis sesuatu dikertas hitam didalam buku itu dan ...........

Bersambung...