Friday, August 25, 2017

Cerbung Horror: Kertas Hitam Eps.2 - Perubahan Besar

Sebelumnya.......
Jacob pun menulis sesuatu dikertas hitam didalam buku itu dan ...........

Perubahan Besar

Jacob pun menulis sesuatu di kertas hitam didalam buku itu dengan darahnya "1910" yang artinya dia ingin kembali ke masa dimana orang tuanya masih hidup. Maria dan Susan pun kaget dengan apa yang ditulis oleh Jacob dan tahu maksud Jacob menulis angka itu.

Septino Wibowo
Dari dulu Jacob merasa penasaran bagaimana orang tuanya meninggal karena Jacob tidak percaya cerita oleh para pengurus Panti Asuhan yang mengatakan bahwa orang tuanya meninggal karena penyakit. Jacob sering menceritakan kecurigaannya dan keinginannya itu kepada Maria dan Susan.
"Andai saja aku bisa kembali kemasa dimana orang tuaku masih hidup, aku pasti akan mencegah kematian mereka" ucap Jacob ketika Jacob duduk santai bersama dua sahabatnya dibawah jendela besar ruang tengah Panti Asuhan.

Setelah Jacob menulis angka tersebut di kertas hitam buku itu, angka yang Jacob tulis pun berubah menjadi hitam dan lembaran kertas tempat Jacob menulis menjadi merah darah. Jacob, Maria dan Susan pun terkejut dengan hal itu, Maria pun mengambil buku itu dan melihatnya dengan dekat. Lalu, ada lilin mereka pun mati dan kegelapan mun menyelimuti mereka bertiga.

Maria: "Susan, cepat hidupkan lilinnya dengan korek!" perintah Maria
Susan pun mengambil korek api disakunya dan menyalakan lilin itu kembali, tapi ada yang aneh. Tempat yang mereka tempati berbeda, mereka ada di gang kecil yang mereka sering tempati ketika bersembunyi dari para pemberontak. Kemudian Jacob melihat Pengasuh Panti Asuhan tapi terlihat lebih muda. Jacob pun mendekat sambil mengendap endap untuk melihat lebih dekat wajah pengasuh panti itu dan Maria serta Susan pun mengikuti Jacob.

"Apa yang kalian lakukan disini?!!" Teriak pengasuh Panti itu melihat Jacob melihatnya. Jacob, Maria dan Susan pun terkejut karena ketahuan oleh pengasuh.
"Ampun Madam Merry" Kata Jacob sambil menutupi telinganya karena mengira hendak dijewer. Tapi pengasuh itu malah terlihat bingung dengan tingkah Jacob, "Siapa kalian? Darimana kalian tahu namaku? Pasti kalian adalah berandal kecil suruhan para pemberontak untuk menyusup kesini. Iya kan!!" Bentak penasuh itu.
Sekarang giliran Jacob, Maria dan Susan yang kebingungan dan saling bertatapan. "Apa Madam tidak mengenali kami?" Kata Susan berhati hati.
"Tidak, aku tidak pernah kenal gembel gembel seperti kalian bertiga. Sekarang pergi dari sini atau kupanggil sersan untuk menembak kalian bertiga!" Ancam pengasuh itu sambil menunjuk arah belakang.
"Apa, jangan jangan. Oke kita akan pergi" Kata Jacob dengan segera, "Ayo cepat!!" Ajak Jacob ke Maria dan Susan. Mereka bertiga pun berlari menjauh dari Panti Asuhan itu.

Setelah beberapa saat mereka jauh dari panti Asuhan mereka pun bersembunyi di belakang toko roti.

Jacob: "Apa kalian lihat itu? Kenapa Madam Merry tidak mengenali kita?"

Maria: "Apa mungkin...., tidak mungkin. Keinginanmu kembali ke 12 tahun sebelumnya terkabul Jake" Teriak Maria

Susan: "Ha.. apakah benar? Wow berarti percobaan kita berhasil?"

Jacob: "Iya benar, berarti aku bisa mencari Ayah dan Ibuku kembali" Jacob girang

Maria: "Aku juga bisa memperingatkan orang tuaku untuk menghindari para pemberontak" Maria bahagia sampai menangis

Susan: "Berarti aku juga bisa menghentikan percobaan ayahku"

"Kita berhasil!!!" teriak mereka bertiga.

Maria: "Tapi, bagaimana kamu bisa mencari orang tuamu Jake?" Tanya Maria sedikit khawatir

Jacob: "Tenang saja, aku tahu dimana kota asalku. Aku akan mencari mereka walaupun mereka tidak akan mengenaliku karena kemungkinan aku belum dilahirkan"

Susan: "Semoga berhasil Jacob, kami mendukungmu"

Jacob: "Kalian jangan ikut"

Maria: "Kenapa?"

Jacob: "Karena kalian juga butuh orang tua kalian bukan? kalian juga akan melakukan hal yang sama sepertiku. Jadi kita berpisah disini. Perjuangkanlah takdir kalian"

Susan: "Tapi.... kapan kita akan bertemu kembali?" Susan mulai berkaca kaca

Jacob: "Kita akan bertemu kembali di tempat ini ketika kita sudah meribah takdir kita masing masing. Ingat!! Jangan lupakan persahabatan kita" Kata Jacob mencoba menahan air matanya

Maria: "Aku akan mengingat kalian berdua, kalian adalah sahabat terbaikku. Aku berjanji setelah aku menemui orang tuaku dan menghentikan pembunuhan para pemberontak aku akan kembali kesini menunggu kalian"

Susan: "Aku juga" Susan pun menangis sampai sesenggukan

Jacob: "Jadi, siapa yang akan membawa buku ini?" Jacob memperlihatkan Buku itu, kemudian mereka saling menatap satu dengan yang lain.

Maria: "Kau saja Jake, aku percayakan buku itu kepadamu" Kata Maria mantap tersenyum sambil mengusap air matanya

Susan: "Iya, aku juga percaya kamu bisa menjaga buku itu" Sahut Susan sambil mengusap air matanya yang masih terus menetes. Jacob pun tersenyum

Jacob: "Baiklah, akan kusimpan buku ini, tapi kalian belum menulis keinginan kalian disini"

Maria: "Saat kita bertemu kembali, aku akan menulis keinginanku di buku itu"

Susan: "Aku juga"

Mereka pun saling berpelukkan dan berpisah menuju tempat masing masing. Tak lupa mereka saling melambaikan tangan dan berlalu menghilang dari pandangan masing masing.....

Bersambung.......