Thursday, August 31, 2017

Cerbung Horror: Kertas Hitam Eps.4 - Ikatan Part 1

Ikatan I,

Jacob, Maria dan Susan pun mengalami mimisan dan pingsan dalam waktu yang bersamaan. Jacob yang sedang senang menunggu ibunya melahirkan bersama ayahnya tiba tiba mimisan, Pak Petterson yang melihat Jacob mimisan pun panik dan kemudian Jacob tiba tiba pingsan.

Septino Wibowo
Di tempat lain Maria yang sedang berjalan dan menari dengan bahagia tiba tiba mimisan dan pingsan di tengah jalan, orang orang sekitar yang melihat Maria pingsan langsung bergerombol mendekati Maria dan membawa Maria ke bidan. Di tempat Susan, Susan yang sedang meminum coklat tiba tiba mimisan. Pak Peterdrew pun kaget melihat Susan mimisan dan langsung menghampiri Susan. Susan pun pingsan dipelukan Ayahnya.

3 hari kemudian, Jacob pun sadar di tempat tidur di ruangan yang tidak ia kenali. Dia pun bangkit dari tempat dan melihat sekelilingnya. Ada beberapa foto yang berada di meja belajar dan dia pun mendekati foto itu. Jacob pun tercengang melihat fotonya bersama Ibu dan ayahnya juga anak kecil yang ia gendong. Jacob tidak mengenali anak kecil itu tapi figurnya sangat menggemaskan. "Jacob... ayo bangun, sudah saatnya sarapan, nak!!" Teriak seorang wanita yang ia kenal dari arah luar ruangan. Jacob pun terdiam sesaat dan melihat buku hitam itu berada di di rak buku.

Jacob pun mengambil buku itu dan membukanya. Jacob kembali tercengang ketika melihat lembaran yang ia tulis menggunakan darahnya menghilang. Jacob pun membalik lembaran buku itu terus menerus sampai akhirnya Jacob menemukan lembaran berwarna hitam berlingkaran merah dan ada huruf "J" ditengah lingkaran itu berwarna putih. Jacob pun kebingungan dengan apa yang terjadi, dan dia pun tidak ingat apa apa sama sekali.

Klakk, pintu kamar dibuka sosok yang ia kenal, Ibunya
Dahlia Petterson: "Kenapa kamu masih saja berdiri disitu Jake, ayo kita makan. Ayah dan adikmu sudah meninggumu dibawah"

Jacob pun masih bengong menatap ibunya yang sudah terlihat agak tua dan sedikit keriput diwajahnya. Jacob pun berpikir keras apa yang sebenarnya terjadi, kenapa dia tidak ingat nama dua temannya padahal dia mengingat wajah mereka.

D Petterson: "Apa kamu sakit? Kenapa terus menatap ibu seperti itu?" Tanya ibu Jacob mendekat dan mengelus pipi Jacob lembut. Jacob pun tersadar dari lamunannya dan memandang wajah ibunya dalam dalam lalu tersenyum.

Jacob: "Aku tidak apa apa ibu, ayo kita sarapan" Jawab Jacob, mereka pun turun ke lantai bawah dan makan bersama.

Sosok anak kecil yang menggemaskan dengan rambut pirang dan memiliki pipi tembem menghampiri Jacob dan memeluk kaki Jacob.

Noah Petterson: "Kakak, ayo kita sarapan. Setelah itu ajari aku bermain piano" Ajak anak kecil itu yaitu adik Jacob, Jacob tersenyum dan mengangguk

Kemudian Jacob pun duduk bersandingan dengan ayahnya sedangkan ibunya duduk bersandingan dengan ibunya. Mereka pun sarapan sup gandum bersama sama. Keika Jacob sedang makan sup nya rasanya dia tidak percaya melihat keluarganya ada bersamanya.

Dan dia juga tidak menyangka bahwa dia juga memiliki seorang adik yang tampan dan menggemaskan. Jacob merasa sangat bahagia dan hidupnya sudah lengkap sekarang. Jacob pun tidak sadar meneteskan air matanya dan menangis sesenggukkan. Ayah dan ibu jacob pun bingung dengan kelakuan Jacob, kemudian Noah pun turun dari kursinya dan menghampiri Jacob.

Noah: "Kakak kenapa?", Jacob hanya geleng geleng kepala dan cepat cepat mengusap air matanya.

Jacob: "Kakak hanya merasa sangat bahagia memiliki adik yang tampan dan imut sepertimu, dan memiliki orang tua yang sangat hebat", Ayah dan ibu Jacob pun tersenyum. Ibu Jacob pun memegang tangan kanan Jacob dan menggenggamnya erat erat.

Ny. Dahlia: "Kami juga bangga memiliki anak sepertimu nak, kami sangat menyayangimu" Ibu Jacob pun menangis terharu. kemudian Ayah Jacob juga memegang tangan kiri Jacob

Tn Petterson: "Iya, kami mengandalkanmu. Kau anak yang cerdas dan hebat. Ayah bangga denganmu nak", Jacob pun menangis lagi dan kemudian membalas menggenggam tangan kedua orang tuanya.

Bersambung...........