Saturday, August 12, 2017

Pengalaman Tur Malam di Lawang Sewu

Halo guys, maaf beberapa hari gk update cerita, pasti udah pada kangen kan hehe. Kali ini saya akan bercerita pengalaman saya ketika tur malam di Lawang Sewu, Semarang, Jawa Tengah. Sebenarnya Lawang Sewu ini tidak terlalu seram tapi justru menyedihkan karena banyak kisah tragis di tempat ini. Dari tahanan pribumi di bawah tanah sampai yang lainnya yang cukup banyak memberikan sensasi tersendiri jika berkunjung pada malam hari ke Lawang Sewu. Ada yang pernah kesana?
Septino Wibowo
Saya sudah beberapa kali tur malam di Lawang Sewu bersama teman teman saya. Dan setiap tur memiliki sensasi yang berbeda. Ketika saya tur sendirian (bareng 3 teman kecil saya) tanpa dampingan sang pemandu tur saya merasa sensasi yang luar biasa dari gangguan 'mereka' sesaat dan juga hal aneh yang kadang tidak masuk akal. Ketika saya tur bersama banyak teman dan didampingi sang pemandu tur sensasinya berbeda lagi, karena saya tahu bahwa pemandu tur juga bisa melihat 'mereka' dan kami saling terhubung untuk menjaga teman teman saya dari yang terjahat.

Jadi disini saya akan bercerita 2 versi yaitu versi ketika tur hanya saya sendirian dan tur bersama banyak teman dan didampingi pemandu tur. Jangan khawatir karena ceritanya tidak seseram dalam film horror, karena film horror kebanyakan dikasih 'bumbu penyedap' supaya makin seram, bener kan? hehe mari kita mulai ceritanya.

Cerita Versi Pertama (Sendirian Tanpa Pemandu Tur)
Bulan Desember 2012, ketika liburan semester saya pulang dari Panti ke kampung halaman selama 10 hari. Saya sudah mempunyai rencana Reuni SMP dan juga jalan - jalan. Sebelum Reuni 2 hari sebelumnya saya ingin sekali jalan jalan tapi karena waktu itu saya ingin sendiri jadi saya berangkat sendiri. Pamitnya dari rumah sih bareng banyak temen hehe tapi kalo temen temen diajak waktu itu pasti pada takut. Setelah saya sampai di terminal Terboyo, Semarang, banyak orang melihat saya seperti anak yang hilang ditelantarkan orang tuanya haha wajar sih kan saya cuma sendirian.

Kemudian saya berjalan kaki menyusuri Kota Semarang dan mencari Masjid (untuk tempat tidur). Setelah saya merasa jauh sekali berjalan kaki dan pegal pegal akhirnya saya menemukan Masjid dan ternyata lokasinya tidak jauh dari Lawang Sewu yaitu di Masjid Baiturrahman Semarang. Saya kemudian ambil air wudlu dan sholat. Setelah itu saya tidur sampai menjelang sore. Setelah sholat ashar saya berjalan kaki lagi mencari warung makan yang letaknya tidak jauh juga dari Lawang Sewu.

Ketika saya sudah sampai di warung makan tersebut banyak sekali dari 'mereka' yang bertebaran lalu lalang membuat saya pusing jadi saya tidak jadi makan disitu dan memilih makan di pinggiran saja. Setelah makan saya kembali ke Masjid untuk mandi dan sholat maghrib. Setelah itu saya pergi ke Lawang Sewu. Setika sudah disana ternyata butuh tanda pengenal jadi saya kasih aja kartu pelajar saya tapi dikira sudah dewasa dan tarifnya jadi 10rb hadehh gak papa lah. Setelah membayar ada Pemandu Tur yang bertanya kenapa cuma sendirian saya hanya tersenyum saja dan ternyata Bapak pemandu tur itu paham. Saya lanjut ke halaman Lawang Sewu yang memiliki Pohon Gede.

Karena saya membawa Kamera milik kakak saya mencoba mempotret segalanya disana hehe. Saya menelusuri lorong lorong Lawang Sewu sendirian dan banyak orang melihat saya dengan tatapan aneh, asudahlah hehe. Sekita saya di ruangan benda sejarah dilantai bawah ada 'banyak dari mereka' tiba tiba menatap saya, saya pun kaget dan mereka kaget juga mungkin karena saya terus melihat 'mereka'. Banyak yang 'berseragam' dan juga berpakaian 'koloni' bahkan 'wanita cantik' juga 'yang tidak enak dipandang' mengikuti saya sampai saya di Lantai dua. Kamudian saya bertanya berbisik dalam hati kepada mereka kenapa mengikuti saya. Beberapa dari 'mereka' menjawab karena saya berbeda. Saya pun menoleh ke belakang dan 'Sang Sesepuh' muncul, dia berkata untuk tidak berbuat macam macam dan menghormati 'mereka' yang ada.

Saya pun mengangguk dengan gemetar hebat tapi masih ingin tetap melanjutkan perjalanan saya karena masih penasaran. Ada beberapa orang mungkin satu kelompok yang dipandu tur guard ke lantai tiga atau loteng. Ketika saya menaiki tangga kepala saya sudah merasa pusing entah kenapa auranya sungguh mengerikan bagi saya. Tur guard yang melihat saya lalau menghampiri dan memegang pundak saya dan berkata jangan kesana kalo memang gk sanggup. Saya pun mengangguk dan terap naik dengan beberapa orang yang berfoto ria disana tanpa mereka ketahui 'mereka' merasa terganggu. Saya hanya mengamati jendela demi jendela dan akhirnya menemukan sosok yang tidak wajar yaitu seorang tanpa lengan dan hanya kaki putus berada di jendela jendela itu.

Beberapa hal yang saya tidak bisa jelaskan juga karena saya ingin muntah disana saya tahan dan berkedip kedip sejenak sampai akhirnya 'mereka' menghilang. Ada sosok lagi yang menarik perhatian saya, yaitu wanita muda berparas belanda mengenakan baju putih tersenyum di sudut ruangan. Saya pun menghampirinya ketika banyak orang berpose di jendela, dan ditempat lainnya di ruangan itu. Saya pun bertanya siapa dia tapi dia malah terlihat sedih dan menghilang. Saya pun gagal menulis cerita tentang 'wanita belanda' itu.

Saat saya berada di tempat kereta merah ada sosok seperti Mbak Kunti, Mas Pocong dan Mbah Genderuwo di tiga tempat yang berbeda menatap saya. Saya pun buru buru mengalihkan pandangan ke arah lain tapi tiba tiba ada yang berbisik dibelakang saya untuk tinggal di Lawang Sewu. Saya pun tidak kuat menahan pusing dan segera mengakhiri tur malam saya. Sebelum itu, ada Pemandu Tur yang memanggil saya. Dia bilang jangan tertarik dan menarik perhatian mereka karena mereka bisa mengikuti sampai rumah. Saya pun mengangguk dan pergi keluar dari Zona merah hehe.

(Di Versi ini saya tidak menampilkan foto karena saya menyimpannya sebagai koleksi pribadi dan beberapa dari 'mereka' tertangkap kamera dan 'kami' memiliki perjanjian itu) Jadi mohon maaf gk bisa share foto 'mereka'. Tapi di versi kedua ada beberapa dari 'mereka' yang tertangkap kamera juga. Check it out!!

Cerita Versi Kedua (Bersama Banyak Teman 10 Orang dengan dampingan Pemandu Tur)
Agustus 2015, Ketika ada acara Sertifikasi IT di Semarang tepatnya di Hotel Novotel Semarang di malam terakhir, karena sudah free dan besoknya pulang malamnya banyak kenalan dan seperti sudah akrab kita jalan jalan. Di tengah perjalanan ada yang memiliki ide untuk tur malam di Lawang Sewu, dalam batin saya berbicara semoga mereka tidak bertemu dengan 'mereka'.

Awalnya hanya 6 orang saja yang masuk kedalam tapi ada 2 cewek dan 1 cowok lagi teman dari teman saya yang berasal dari Demak juga ingin ikut. Jadi kami menunggu mereka dan mendapatkan Pemandu Tur yang dulu pernah memperingatkan dan menasihati saya jadi kami saling paham tentang mendampingi teman teman saya. Kami pun berjalan jalan menelusuri ruangan benda sejarah dan berisi patung dengan seragam dan juga benda benda serta cerita sejarah Lawang Sewu. Semua berjalan normal karena 'mereka' hanya sekedar lewat dan tidak mengganggu.

RUANGAN BENDA SEJARAH

RUANGAN BENDA SEJARAH

RUANGAN BENDA SEJARAH

RUANGAN VIDEO SEJARAH

LORONG RUANGAN

LORONG RUANGAN
Sampai di ruangan video sejarah saya melihat ada yang mengintip dari balik pintu, karena Tur guardnya di luar saya pun hanya waspada, ketika ada teman saya memancing mancing saya bertanya disini ada apa aja sep. Saya pun hanya menjawab banyak lah dan tersenyum. Kami pun berpoto poto diruangan dan dilorong bawah, sepasang mata muncul dibalik tembok membuat saya gemetar sesaat dan mengabaikannya. Kami pun menelusuri ke ruangan atas, entah kenapa ruangan di lantai dua di gedung pertama tidak boleh dijelajahi mungkin karena faktor x jadi kami hanya berfoto di tangga kemudian pergi ke lantai 2 gedung ke 2.

TANGGA LANTAI 2 GEDUNG 1
Di tangga tersebut ada beberapa orang yang saya yakin bisa melihat 'mereka' dengan wajah ketakutan setelah melihat apa yang saya juga pernah lihat, yup Mbah Genderuwo. Ya mungkin itu alasan kenapa gk boleh keatas karena mungkin banyaknya dari mereka yang 'suka usil'. Kami pun melanjutkan di lantai 2 gedung ke 2.

LORONG LANTAI 2 GEDUNG KE 2

LORONG LANTAI 2 GEDUNG KE 2
Disana kami berpose 2 kali. dan lihat gambar yang pertama, ada sosok dibelakang antara teman saya yang berbaju MU dan Batik coklat. Yahh saya gak mau sebutin itu apa karena pasti kalian tahu itu makhluk apa hehe. Selanjutnya kami ke lantai paling atas yaitu Loteng, entah kenapa Pak Tur Guard gk mau ikutan ke atas dan ketika melihat saya seperti menyimpan sesuatu.

LANTAI 3/LOTENG GEDUNG KE 2

LANTAI 3/LOTENG GEDUNG KE 2

LANTAI 3/LOTENG GEDUNG KE 2
Saya pun bersama teman teman keatas dan berpose ria dan alangkah terkejutnya saya ketika melihat jumlah mereka yang bertambah banyak dengan makhluk yang tidak enak dipandang. Saya pun sering menjadi potografernya dan memotret mereka dan sering memperingatkan dengan langkah dan apa yang mereka katakan dan lakukan. Lihat saja gambar diatas, Banyak dari 'mereka' berseliweran dengan tanda aura negatif yaitu ops berbentuk bundar putih. Selanjutnya kami ke lantai dasar dan saya terkejut melihat sosok Mas Pocong dibalik gedung yang paling ujung kemudian saya mempotretnya entah terlihat di gambar atau tidak silahkan lihat sendiri.

GEDUNG PALING UJUNG
Kemudian kami menaiki miniatur kereta api dan berpose disana, tanpa teman teman saya sadari banyak dari 'mereka' juga berada disana, saya berharap 'mereka' juga tertangkap kamera tapi ternyata cuma berbentuk ops. Yang mengambil gambar Pak Tur Guard lo, dan dia seperti memberi kode, nih fotonya 'mereka'  saat memberikan kamera ke saya hehe.

PAK TUR GUARD DI MINIATUR KERETA API

TEMPAT MINIATUR KERETA API
TEMPAT KERETA API

POHON GEDE

GEDUNG KE 2 PALING UJUNG KIRI
Dan saya sempat melihat sosok Mbah Genderuwo lagi di Pohon Gede dan gank nya berkumpul saya pun asal cekrek aja hehe. Dan yang terakhir kami kenuju ke Kereta Api Merah yang berada didepan. Wow disana banyak hal yang tidak bisa saya ceritakan saking pusingnya saya melihat para wisatawan dan diikuti 'mereka'. Kami pun keluar dari Lawang Sewu dan Pak Tur Guard pun mengangguk kepada saya tanda terima kasih.

Nah itulah 2 pengalaman saya di Lawang Sewu ketika sendirian dan juga bersama banyak teman. Tidak penting sendirian atau banyak teman karena jumlah 'mereka' yang tak terhitung pasti akan tertangkap kamera satu atau beberapa kali jepret. Jika kalian ingin tur malam ke Lawang Sewu harap jangan berkata kotor dan jaga sikap karena 'mereka' selalu mengawasi kalian. Gak serem kan ceritanya, ya iyalah bukan film horror hehe. Karena pada umumnya mereka hanya numpang lewat dan mengawasi tempat mereka dihampiri manusia. Dan seperti manusia, jika tidak bisa menjaga sikap dirumah orang pasti pemilik rumah akan marah dan mereka mempunyai sifat seperti itu karena mereka sudah tinggal berabad abad disana.

Ok guys, saya rasa sudah cukup cerita amatir saya tentang pengalaman tur malam di Lawang Sewu. Semoga menjadi wawasan dan pengetahuan untuk kalian, dan jika kalian menghormati 'mereka', maka 'mereka' juga akan menghormati kalian. Oh ya saran saya kalo kalian mau tur malam jangan sendirian ya kecuali kalo kalian memiliki kemampuan lebih menolak mereka masuk kedalam diri kalian. Tur malam bareng banyak temen aja biar suasana lebih asyik, jangan lupa untuk memakai tur guard dan juga jangan berkata kotor dan jaga sikap, Ok. Sekian dari saya, akhir kata, 'mereka' ada disekitar kita. Septino Wibowo