Thursday, August 31, 2017

Sejarah Hantu: Riwayat Getirnya Hidup Noah Van Djoki

Halo guys, kali ini saya akan berbagi cerita tentang salah satu 'sahabat' kecil saya yang paling jenius. Noah Van Djoki atau biasa dipanggil Nuh, seorang anak keturunan indo(jawa) belanda. Cerita ini sebenarnya sangat menyedihkan jika saya tulis banyak bagian bagian buruk hidup Nuh jadi saya tulis secara sederhana saja tidak perlu ditail walaupun sebenarnya bisa. Sahabat Mahdi dan Sun ini sangatlah pendiam dan tidak suka banyak bicara serta sangat penurut dengan Mahdi, Sun dan Nenek buyut saya.

Septino Wibowo
Banyak yang bertanya seperti apa sih anak campuran indo belanda ini? Jadi saya gambar saja lagian juga udah dapat izin dari yang punya wajah hehe. Banyak hal yang diajarkan Nuh kepada saya walaupun dia seorang anak kecil tapi dia sangat dewasa diantara dua temannya itu. Dia juga suka menjadi penengah jika ada perdebatan dan perkelahian antara dua sahabatnya itu. Ok untuk cerita lengkapnya kita bahas sekarang juga.

Riwayat Noah,
Terlahir dari seorang wanita jawa dan memiliki ayah orang netherland bukanlah hal mudah. Banyak hal yang membuatnya tertekan dan juga merasa kesepian. Ibu Nuh adalah orang Pati yang memiliki anak dari seorang penjajah tanpa adanya ikatan perkawinan. Waktu itu ibu Nuh diperkosa oleh Ayah Nuh saat Ayah Nuh mabuk. Ibu Nuh hampir terbunuh oleh Ayah Nuh karena Ibu Nuh menuntut tanggung jawab tapi Ayah Nuh yang tidak mencintai Ibu Nuh pun menodongkan pistol kearah Ibu Nuh dan menembak Ibu Nuh. Beruntung, tembakan itu hanya mengenai lengan kanan Ibu Nuh. Kemudian Ibu Nuh pun berlari meninggalkan Ayah Nuh.

Setlah sembuh, Ibu Nuh pun pindah jauh ke Lasem dimana masyarakatnya mayoritas orang Tiong Hoa yang ramah dan baik. Ibu Nuh pun bekerja serabutan dan tinggal di klenteng berbulan bulan sampai akhirnya penduduk desa membantu Ibu Nuh untuk membangun rumah karena kasihan kepada Ibu Nuh yang hamil tua mengandung Nuh. Nuh pun lahir dibantu oleh tabib desa dan Ibu Nuh pun perlahan hidupnya mengalami kemajuan menjadi lebih baik. Ibu Nuh mendapatkan pekerjaan tetap menjadi buruh tani di kebun tetangganya dan juga berburu kayu bakar di hutan dan hewan hewan yang bisa dimakan. Bayi Noah adalah bayi yang paling tampan di desa, tidak heran jika penduduk desa sering bermain bersamanya dan banyak tetangga sering membantu mengasuh Bayi Noah selagi Ibunya sedang bekerja.

Orang orang cina itu pun merasa sangat senang bisa menggendong dan mengasuh Noah sampai umurnya 6 tahun dan mendapat teman Sun yaitu anak tetangganya yang suka mengasuh Noah dan sudah menganggap Noah seperti anaknya sendiri begitu pula Sun yg sudah merasa Nuh seperti kakaknya sendiri walau perbedaan wajah yang sangat jelas hehe. Noah pun senang dan menjadi anak yang sangat ceria dan sering bermain dengan Sun dan Mahdi dikebun dan sering melihat ibunya bekerja merawat kebun. Ibu Noah bersyukur memiliki tetangga tetangga yang baik dan sangat baik seperti mereka. Suatu hari Ibu Noah ketika bercakap dengan tetangga yang sering mengasuh Noah yaitu ibu Sun, Ibu Noah berkata, "Jika seuatu hari saya meninggal duluan. Maukah kamu menjaga anak saya seperti menjaga anakmu sendiri?", "Aku menyayangi anakmu seperti anakku sendiri. Tapi kamu tidak boleh berkata seperti itu. Noah masih membutuhkanmu" jawab ibu Sun.

Ketika umur Noah 8 tahun, ayahnya tiba tiba muncul di depan rumah dan berbicara kepada ibu Nuh. Ayah nuh ingin memberi nama Nuh dengan nama belakang seperti nama belakang ayah Nuh. Ibu nuh yang waktu itu senang karena ayah nuh berkata akan bertanggung jawab dan menikahi ibu nuh pun setuju. Kemudian Ibu dan Ayah Nuh pun menikah secara Kristiani mengikuti keyakinan sang suami. Setelah menikah rumah tangga mereka baik baik saja karena ayah nuh juga diam diam meninggalkan perang dan memilih berumah tangga. Tetangga yang awalnya khawatir dan tidak bisa mempercayai ayah nuh pun perlahan menerima keberadaan ayah nuh dan mendapatkan pekerjaan di kebun ayah nenek buyut saya.

Beberapa bulan setelah rumah tangga orang tua nuh berjalan harmonis, ibu nuh pun hamil. Ayah nuh pun senang tapi ada juga kendala yang dihadapi yaitu masalah ekonomi. Ketika kebun ayah nenek buyut mengalami gagal panen Ayah Nuh pun semakin bingung dan frustasi. Sampai suatu hari nuh mengeluh lapar karena seharian tidak makan sama sekali, dan Ayah nuh yang sedang mabuk karena stres dan menghabiskan beberapa kendi kecil arak pun marah. Ayah nuh memperingatkan nuh untuk diam, Ibu nuh pun melindungi nuh yang hendak ditampar suaminya sampai akhirnya Ibu nuh terjatuh dan keguguran. Ayah nuh menyalahkan semuanya kepada Nuh dan menampar wajah nuh keras sekali sampai membekas biru di bagian mata kanan nuh. Nuh pun kabur ke rumah Sun karena takut dengan ayahnya yang sering marah marah.

Keesokan harinya beberapa orang belanda berjalan melintasi desa untuk mencari ayah nuh yang kabur dari perang, orang orang belanda itu memaksa ayah nuh untuk pergi meninggalkan desa dan bergabung lagi atau akan ditembak. Ayah nuh yang sudah terlanjur cinta kepada ibu nuh pun memilih tinggal dan orang orang belanda itu pun hendak menembak ayah nuh tapi ibu nuh menghalangi orang belanda itu yang akhirnya tertembak. Ayah nuh pun marah dan memukuli orang belanda itu sampai akhirnya juga ditembak mati. Nuh yang melihat orang tuanya tertembak pun menangis sesenggukkan dan tidak bisa berbuat apa apa.

Sejak saat itu Noah tinggal bersama dengan Sun dan menjadi anak yang pendiam serta jarang berbicara. Walaupun ada dua sahabatnya yang selalu menghiburnya, Noah masih merasa kehilangan bagian dari dirinya yang lain sampai akhirnya Noah dan dua temannya tertembak oleh tentara belanda di hutan perbatasan (Cerita terbunuhnya tiga sahabat ini ada di bagian riwayat Mahdi, Baca DISINI)

Cerita diatas berdasarkan apa yang disampaikan Nuh, Sun, Nenek dan juga beberapa sumber lainnya. Saya pun melihat isi cerita yang disampaikan nuh dan sampai menangis sesenggukan (Waktu SMP kelas IX). Begitulah cerita Nuh yang sangat getir dan menyesakkan hati, saya pun tidak sanggup menceritakan detailnya mohon dimaklumi. Semoga cerita diatas bisa menjadi banyak pelajaran untuk kita bagaimana menghargai kehidupan dan tidak menyia nyiakan waktu kita. Mencintai keluarga kita dan terus baik kepada siapa saja terutama tetangga kita.

Mungkin hanya ini yang bisa saya sampaikan, saya pun menulis cerita ini sambil menangis karena tidak kuat menahan rasa saya apabila bedara diposisi Noah. Apapun alasan dan sebab Noah nyangkut di dunia ini dan menjadi sahabat saya sampai sekarang. Dia adalah sahabat dan adik saya (secara fisik) dan guru saya (secara pengalaman) yang sangat saya sayangi seperti keluarga saya sendiri. Akhir kata, 'mereka' ada disekitar kita. Septino Wibowo