Thursday, September 28, 2017

Cerita Lantai 2 Gedung Lama Part 3

Halo guys, di part terakhir cerita tentang Lantai 2 Gedung Lama ini saya akan membahas tentang mas pocong. Bukan pocong yang ada di ruangan Lantai 2 yang saya ceritakan di part 2 tapi ini adalah sosok pocong yang BUKAN penghuni asli gedung lama. Sebenarnya cukup ngeri kalo saya ceritakan dengan rinci seperti apa dan kadang membuat saya teringat lagi kepada sosoknya yang aduhai. Ya, pocong adalah MG yang paling saya takuti sekaligus saya benci. Karena pocong itu berbahaya, berbeda dengan kawan kawannya yang sekali dua kali meneror. Tapi pocong, jika dia sudah menemukan targetnya dan jika dia adalah seorang budak seseorang maka akan mengejar targetnya sampai dapat.

Septino Wibowo
Banyak yang bertanya di inbox, gimana sih kak rasanya ketemu pocong pertama kali waktu kakak masih kecil? haha ini pertanyaan yang bagus sekaligus bisa membunuh saya perlahan. Setiap saya ingat kejadian itu rasanya keringat saya mengucur deras dan juga nafas saya yang tidak teratur sampai pusing kepala. Karena saya masih sangat ingat dan masih bisa merasakan sensasinya sampai sekarang bagaimana sosok itu berdiri didepan saya dengan wajahnya yang ucchh banget dan membuat saya menganga tanpa bisa bergerak. Bahkan orang tua saja sampai ketakutan dan gemetaran hebat hehehe. Kalo mau tahu rasanya, ketemuan aja sama mas pocong biar tahu rasanya kayak apa haha.



Cerita dimulai,

2013,

Kelas dua SMK itu banyak enaknya untuk saya, selain ada Praktik Kerja Industri juga banyak kegiatan diluar sekolah. Saya lebih memilih kegiatan di luar sekolah daripada duduk sampai ketiduran dikelas. Bagi saya kegiatan diluar kelas lebih mengasyikan dan bisa menghindarkan saya dari MG yang jahil. Selain itu saya juga kurang berminat dalam belajar di akademik karena saya tipekal individual dan suka belajar autodidak. Saya lebih paham ketika saya belajar sendiri daripada ketika diterangkan guru didepan kelas. Bukan karena gurunya yang tidak pandai menerangkan pelajaran, tapi konsentrasi saya yang terpecah belah karena situasi saya yang tidak memungkinkan untuk memperhatikan guru. Jika kalian bisa melihat 'mereka' apalagi bisa berkomunikasi dan dapat dikenali MG dengan mudah.

Mereka akan sering mengganggumu dengan segala polah tingkah mereka yang kadang konyol dan membuat tertawa. Tapi di sisi lain sangat mengganggu karena tidak bisa membiarkan manusia hidup normal seperti yang lainnya. Saya sering menyibukkan diri dengan bercanda dan bermain dengan teman saya dikelas untuk mengusir 'mereka yang tak terlihat'. Ketika perhatian saya tertuju pada orang lain maka 'mereka' juga akan pergi. Bukan maksud menyinggung mereka tapi karena perbedaan dimensi yang membuat saya akan terlihat aneh seperti waktu kecil yang berbicara dan tertawa sendiri yang sedang bermain dengan 'mereka'.

Kadang, ada beberapa teman yang bertanya. Sep di ruangan ini ada sosok apa saja? Ini sama saja seperti memancing kemunculan mereka lagi ke permukaan. Dan saya paling benci dengan pertanyaan ini. Mungkin mereka penasaran dengan sosok sosok astral yang beragam macam bentuknya tapi hal yang membuat saya tidak nyaman adalah rasa penasaran mereka. Jika mereka ada diposisi saya pasti akan berpandangan berbeda tentang 'mereka' dan tidak akan bertanya pertanyaan konyol seperti itu pada orang lain. Ketika mereka penasaran sebenarnya sosok itu dekat dengan mereka, bahkan sampai berdiri disamping atau menatap mereka yang bertanya. Jika mereka tahu sosok yang menatap mereka pasti mereka tidak akan bertanya lagi karena ketakutan dengan bentuk asli sosok itu haha.

Kelas dua, saya merasa tetap saja terganggu dengan 'mereka' yang semakin hari semakin banyak jumlahnya. Mungkin sekolah saya menjadi tempat kondusif bagi mereka untuk beranak pinak. Tapi ada beberapa hal yang membuat saya begitu tidak nyaman, yaitu ketika berada di lantai 2 gedung lama. Setiap kelas saya pindah ke lantai 2 gedung lama kerena suatu hal ingin rasanya saya pindah atau pergi keluar. Saya terbebani dengan sosok wanita berparas cantik dan ketika memandang wujud aslinya begitu mengerikan. Sosok wanita itu sering duduk dipojok ruangan, menatap jendela dan kadang menangis. Kadang ingin saya tegur tapi saya juga takut jika sosok itu bukanlah sosok yang akrab dan baik.

Suatu hari, kelas saya pindah ke Lantai 2 Gedung lama, dan berada di kelas dimana dulunya ada sosok 'jalang' yang jahat menyuruh budaknya untuk mendorong saya hingga jatuh saat kelas satu. Walaupun sosok itu sudah berpindah tempat ke tempat yang jauh tapi saya yakin ada alasan kenapa ruangan itu menjadi tempat pembuangan makhluk jahat seperti itu. Jam pertama, kosong karena guru sedang rapat entah tentang apa saya lupa. Saya pun menyibukkan diri bercanda dan ngobrol dengan teman saya. Sesekali saya menggambar sesuatu atau sosok yang saya lihat. Saya memang sering menggambar dan selalu menggambar sosok yang menurut teman saya aneh dan walaupun begitu mereka maklum dengan yang saya gambar dan malah ingin saya menggambar sosok sosok aneh yang saya lihat terus terusan.

Saya tahu karena mereka penasaran dan saya pun mencoba memvisualisasi apa yang saya lihat dengan cara menggambar. Herannya, ketika saya menggambar sosok yang seram dan aneh justru mereka suka dan tidak terlihat takut. Mungkin belum merasakan sensasi bertemu langsung hehe. Waktu saya menggambar, sosok wanita itu lewat desebelah saya. Saya pun mengabaikannya tapi ternyata dia berhenti karena melihat gambar saya. Saya pun menutup buku saya dan mencoba mengalihkannya dengan ngobrol dengan yang lain. Tapi sosok itu justru menembus ruang dimana dia berada dibelakang teman saya dan melihat saya seperti tatapan kosong.

Saya pun berbalik ke teman saya yang lainnya yang berada disamping saya, sosok itu pun berpindah menembus ruang dan berada dibelakang teman sebangku saya. Mungkin hal ini bukan pertama kalinya ketika banyak MG mendekati saya yang menggunakan teman saya sebagai tunggangan. Saya tidak pernah menceritakan hal ini kepada teman saya, ya kalo mereka tahu pasti tidak ada yang mau duduk disebelah saya atau mendekati saya hehe. Tapi hal ini sekarang sudah tidak saya perdulikan lagi karena saya mencari teman yang memang mengerti saya dan paham keadaan saya yang aneh.

Kembali ke cerita, saya pun berbisik dalam hati supaya sosok itu pergi tapi sosok itu malah tersenyum dan geleng geleng kepala. Teman saya yang menjadi tunggangan pun geleng geleng kepala sendiri yang membuat teman saya yang lain heran dan tertawa. Jam pelajangan pun habis dan waktunya untuk pulang. Tapi ternyata ada rapat organisasi yang digelar disini, di ruangan ini. Saya dengan cepat pun bilang kalo sebaiknya di ruangan yang lain tanpa memberitahu alasan kenapa dan membuat teman saya heran. Teman saya pun membalas kepada dan saya hanya bilang ya sebaiknya di tempat lain saja. Mereka pun heran dan tidak mendengarkan saya.

Ya memang aneh sih, bagaimana saya memberitahu kalo di ruangan ini ada sosok wanita berjubah merah. Saya pun menghela nafas dan mau tidak mau mengikuti rapat dan duduk sendiri di pojokan dan sosok wanita itu pun duduk disebelah saya. Rasa merinding mulai muncul karena sosok itu semakin mendekat dan membuat saya tidak nyaman. Sampai akhir diskusi organisasi saya pun tidak tahu apa yang dibahas dan kepala saya pun menjadi pusing.

Ketika yang lain sudah berhamburan pulang saya pun menyusul paling belakang karena saya sekretarisnya dan mengurus lembaran lembaran kertas yang disebar entah apa saya lupa. Setelah selesai dengan urusan saya, saya pun tidak perduli dengan sosok wanita itu yang terus mengikuti saya keluar ruangan. Ketika saya hendak pergi ke lantai bawah tiba tiba pintu kelas tertutup sendiri dengan kencangnya. Karena kaget saya pun sedikit berteriak dan sedikit gemetar.

Keesokan harinya, banyak orang beramai ramai di lantai dua gedung lama. Ada yang bilang katanya bertemu dengan sosok pocong di kamar mandi lantai dua gedung lama. Saya pun mengabaikan berita itu dan pergi ke kelas. Di kelas pikiran saya pun kacau karena kabar tersebut, yang bertemu sosok itu adalah seorang wanita dari kelas satu. Adek kelas yang malang, jika dia tidak beruntung sosok itu pasti akan terus mengikuti dan perlahan masuk kedalam tubuhnya. Pikiran saya pun melayang kemana mana sampai akhirnya ada teriakan teriakan di lantai tiga. Ternyata seorang adek kelas kerasukan. Saya hanya bisa melihat auranya yang bercampur aduk. Saya tidak mau sok pahlawan menolong tanpa tahu metode yang benar.

Hal kerasukan ini menjadi sering terjadi di hari berikutnya dan bukan hanya satu orang tapi beberapa orang dan semuanya wanita. Saya pun bingung kenapa hal ini terjadi, apa mungkin ada MG kiriman yang ada di gedung sekolah ini? Sampai sekarang saya tidak tahu dan tidak mau tahu karena saya tidak ingin berurusan dengan MG yang mengerikan. Jika saya berurusan dengan mereka, pasti mereka akan mengikuti saya dan meminta bantuan saya terus terusan dan hal itu tidak akan terjadi LAGI. Karena waktu SMP saya sudah frustasi dengan hal membantu MG karena mereka itu suka berbohong.

Kok ceritanya putus disini? bukan putus tapi memang saya tidak tahu kelanjutan hal kerasukan diatas, ketika saya memberanikan diri bertanya dengan wanita berjubah merah di lantai 2 gedung lama, dia hanya menggeleng kepala seperti biasa dan murung. Saya pun tidak bertanya lagi dan menyudahi ke kepoan saya tentang kasus ini dan membiarkan pihak sekolah yang menanganinya karena saya yakin ada diantara mereka yang bisa menyelesaikan masalah ini.

Ok guys, begitulah ceritanya. Banyak misteri yang belum terungkap mungkin saya yang belum tahu hehe. Semoga cerita diatas bisa menghibur kalian dan saya minta maaf karena tidak bisa dengan tuntas menceritakan hal sensitif diatas. Saya harap kalian mengerti dan terus membaca cerita saya di blog ini. Jangan lupa untuk berlangganan via email agar setiap update an artikel saya kalian bisa dapat dengan mudah pemberitahuannya melalui Email. Akhir kata, 'mereka' menyimpan banyak hal yang tidak diceritakan kepada kita yang sebenarnya. Septino Wibowo