Friday, September 29, 2017

Pengalaman Mistis di Alas Roban Part 1

Halo guys, kali ini saya akan update cerita tentang perjalanan saya dulu waktu melewati alas roban yang 'katanya' serem banget. Saya juga akan sharing pengalaman kakak saya yang saya kepoin dan akhirnya mau cerita hehe. Apakah alas roban seseram seperti banyak orang bilang? Hal mistis dan aneh apa saja ketika saya dan kakak saya alami ketika melewati alas roban? Semuanya akan dibahas disini.

Banyak orang bilang kalo Alas Roban itu adalah gerbang setan yang isinya hanya kegelapan dan MG jahat. Banyak orang bilang banyak kecelakaan yang penyebabnya tidak jelas. Banyak orang bilang kalo Alas Roban itu tempatnya setan dan pemuja iblis. Apakah benar?

Septino Wibowo
Faktanya, Alas roban memang tempat pembuangan mayat 'dulu' entah kalo sekarang. Karena banyak fakta menyebutkan bahwa alas roban menjadi tempat yang aman untuk pembuangan mayat, tempat yang sering digunakan begal untuk merampas harta benda siapa saja yang melintas, tempat dimana 'dulu' sempat menjadi tempat pemujaan sesuatu yang berbau satani. Tapi itu dulu, mungkin belasan tahun lalu dan sekarang Alas roban tidak seseram yang orang orang katakan. Kriminalitas pun sudah sedikit demi sedikit berkurang meski banyak terjadinya kecelakaan tapi saya yakin penyebabnya sebagian besar adalah kelalaian manusia dan karena jalannya yang luar biasa banyak belokan, tanjakan dan juga jurang jurang yang membuat pengendara terkadang berhalusinasi karena sindrom apa ya saya lupa namanya yang jelas berhalusinasi karena suatu tempat yang terlalu ekstrim nama sindromnya cari aja di google karena setiap orang pasti akan mengalami sindrom itu secara tiba tiba jika dalam keadaan lelah dan berada di tempat ekstrim.

Bagaimana dengan perjalanan saya? Hemm karena saya berbeda mungkin rasanya tidak seperti orang normal lainnya yang hanya melihat pepohonan dan sekarang banyak warung dan juga perumahan. Saya pertama kali melewati alas roban tahun 2008 dan kakak saya 2002 dan juga 2008 bersama saya.

Cerita dimulai,

Versi saya (2008)

Tahun 2008, saya masih kelas 5 SD. Masa dimana saya sering dianggap aneh karena saya sering berbica sendiri secara berbisik bisik. Itu karena saya masih menganggap MG seperti manusia biasa karena tidak banyak dari 'mereka' yang menjelma menjadi sosok yang berwujud sempurna atau bertubuh utuh. Suatu hari kakak saya pulang dari kerja dan singgah ke rumah beberapa hari. Saya pun senang dengan kedatangan kakak saya dan sering bermain dengannya beberapa hari sampai akhirnya dia hendak pergi lagi ke Semarang dan kemudian ke Batang untuk mengantar barang pesanan. Saya yang masih belum puas kangen dan bermain dengan kakak saya pun ikut dengannya.

Setelah saya ngambek dan menangis beberapa saat akhirnya kakak saya mengizinkan ikut dengannya tapi dengan syarat tidak boleh minta pulang sebelum kerjaannya selesai. Karena memang hari libur kenaikan kelas yang panjang saya pun mengiyakannya tanpa berpikir panjang (kebiasaan hehe). Kemudian kakak, saya dan bos nya (Gendut dan botak, kadang saya takut lihat bos kakak saya hehe) pergi menempuh perjalanan. Di perjalanan seperti biasa dan selalu saya tertidur (kebiasaan lagi kalo di perjalanan selalu molor hehe) sampai ke Kota Semarang. Kota yang waktu itu banyak digunakan syuting film sampai saya pernah melihat artis ibu kota sedang jalan jalan dan berakting di pinggiran jalan kota semarang (Gak tahu nama jalan apa, maklum masih bocah).

Ketika barang sudah diantar kedalam toko kami pun pergi ke pesanan selanjutnya di Kabupaten Batang(Perdesaan entah apa namanya saya lupa hehe). Di perjalanan kali ini kami tempuh dari siang hari sampai sore menjelang malam kami istirahat dan makan dan bersih bersih. Setelah itu sekitar habis Isha' kami melanjutkan perjalanan. Di tengah perjalanan kami pun masuk ke hutan yang lebat. Saya pun kepo tanya tanya ke kakak walaupun saya sedikit takut karena ada si botak. Saya bertanya ke kakak ini lagi dimana, kakak dengan nada bercanda bilang lagi di desa dedemit. Saya pun loncat dari bangku belakang mendekat ke kakak dengan rasa takut.

Saya memang penakut dan sampai sekarang pun sama (Jangan kira orang yang 'beda' itu sangat pemberani) dan saya langsung duduk disebelah kakak dan si botak dan kakak pun tertawa terbahak bahak. Kemudian saya pun manyun manyun kesal dan memukul mukul kakak karena kesal. Setelah itu kakak bilang kalo kita sedang ada di Alas roban, ya kalo orang kayak kamu (maksudnya saya) pasti lihat yang aneh aneh makanya kakak bilang desa dedemit. Tapi tidak seperti yang kakak katakan, Alas Roban terlihat begitu sejuk dan indah di terang bulan malam hari.

Memang saya melihat sosok sosok aneh denga wujud yang kebanyakan tidak utuh dan sering melambai tapi sepertinya 'mereka' bukan makhluk yang jahat. Hanya saja mereka tinggal bersama dengan MG lainnya yang senasib dengan mereka. Dari sudut pandang saya, saya tidak melihat seramnya makhluk makhluk aneh di alas roban yang berwujud aduhai tapi saya melihat kesedihan mereka. Rasa sakit mereka dan banyak jeritan dan juga tangisan yang saya dengar karena mobil truk melaju dengan lambat. Saya pun melihat kakak dan kakak pun melihat saya. Seperti kami terkoneksi, saya tiba tiba menangis, si botak pun melihat saya dan menghentikan mobilnya ke tepian.

Si botak pun bertanya kepada saya kenapa saya tiba tiba menangis padahal tadi hening dan bercanda. Saya hanya geleng geleng dan melihat diluar kaca mobil yang terbuka setengah ada banyak 'anak kecil' menangis. Si botak pun menatap kakak saya seperti berbahasa isyarat. Kakak saya mengangguk angguk saya tidak paham apa maksudnya dan setelah itu kami pun melanjutkan perjalanan sampai akhirnya rasa lapar datang lagi (si botak aja sih yang lapar haha) dan akhirnya berhenti ke salah satu warung kecil yang ada dipinggiran jalan hutan (Waktu itu sudah ada warung warung walaupun jaraknya sangat jauh dari satu warung dan warung yang lain).

Waktu makan malam (makan tengah malam) si botak pun mencoba akrab dengan saya dengan mengajak saya ngobrol dan bercanda sambil menyuruh saya nambah makan (Entar jadi gendut kayak si botak dong haha). Saya pun mulai nyaman dan akrab. Kakak saya yang pendiam (kadang diem kadang gila/kepribadian ganda kayak saya hehe) hanya melihat saya makan dengan lahap dan sering melihat ke belakang atau arah pintu warung. Saat saya lihat ke arah pintu warung juga tidak ada siapa siapa (termasuk MG) juga gak ada sama sekali. Entah warung itu dijaga atau gimana saya tidak paham tapi yang jelas para MG hanya ada diluar warung dan tidak ada yang masuk kedalam dan itu membuat saya nyaman.

Setelah itu kami melanjutkan perjalanan dan sampai di tujuan dengan selamat dan tinggal di Batang (Desa nya namanya lupa, kakak saya aja lupa haha tapi yang jelas penduduknya ramah). Kami tinggal satu hari dan banyak anak kecil disana jadi saya mencoba mencari teman dan ternyata anak kecil disana juga ramah dan baik sampai saya pun diajak main petak umpet, dingklek oglak aglek (permainan anak kecil jawa, jaman sekarang mah mana ada anak kecil yang tahu, anak kecil jaman sekarang tahunya cuma gadget hadeh) dan sederetan permainan asyik lainnya sampai akhirnya saya pun harus berpidah dengan mereka dan kembali pulang di pagi harinya.

Gak serem kan? Yuk simak cerita veris kakak saya hehe.

Versi Kakak (2008)

Langsung ke inti pas masuk ke alas roban ya karena kita ceritanya tentang alas roban. Kakak selalu melingkari saya dengan penjaganya agar saya aman. Karena kakak tahu MG akan sangat tertarik kepada 'orang yang berbeda' dan mendekati saya. Kakak merasakan banyak haa negatif yang muncul, bukan dalam artian jahat tapi dalam artian karena banyaknya 'kematian yang tidak wajar' terjadi di Alas Roban yang membuat suasananya berbeda. Sosok buruk rupa terlihat dari kejauhan degan aura yang gak enak menurut kakak dan saya juga melihat sosok itu tapi tidak sepeka kakak. Kemudian kakak saya pun bertanya kepada kakak tentang dimana kita berada dan kakak sudah tahu kalo saya pasti akan berkata seperti itu karena saya memang suka kepo hehe. Kakak pun sengaja menjawab pertanyaan dengan jawaban yang membuat saya takut agar saya berada didekat kakak. Supaya lebih mudah mengawasi saya dan menghindari kemungkinan buruk.

Emosi kami (Saya dan kakak) pun bercampur aduk ketika berada di tengah hutan dan melihat banyak sosok yang meninggal dengan kepedihan (tidak wajar) dan membuat kakak saya sedikit meneteskan eluhnya dan segera mengusapnya tapi saya tidak bisa membendung air mata saya. Tanpa sebab kami merasakan kesedihan mereka yang tidak tahu akan kemana, tidak ada keluarga yang menjenguk, tidak ada yang tahu kematian mereka, dan kematian mereka yang mendadak dan menyakitkan membuat emosi saya dan kakak berubah menjadi sedih (mungkin banyak 'orang yang beda' bakal kayak kami berdua ketika menghadapi situasi seperti ini).

Si botak bos kakak pun memberi isyarat karena TERNYATA si botak juga bisa 'melihat' dan merasakan apa yang saya rasakan. Si botak memberi isyarat untuk berhenti sejenak dan memberitahu kepada 'mereka' untuk tidak mengganggu kami semua dengan menumpahkan energi 'mereka' kepada kami. Maka kami pun berhenti sejenak dan si botak pura pura tanya kepada saya kenapa saya menangis selagi kakak melihat keluar dan dengan batin menyuruh para MG untuk menjauh (bahasa isyarat pertama saya tidak lihat mungkin karena menangis dan air mata menutupi mata saya). Setelah bertanya kepada saya si botak kembali memberi isyarat kepada kakak yang saya bisa lihat dan tidak mengerti. Ternyata maksudnya adalah kakak berhasil membuat para MG menjauhi kami dan mengangguk kepada si botak.

Dan karena tenaga dan energi kami terkuras karena saking banyaknya energi disekitar yang terus menerus menggempur kami, jadi si botak pun mengajak kami untuk makan agar energi kami kembali pulih dan tidak lengah kepada MG yang sewaktu waktu bisa saja langsung menyerang kita. Setelah itu kakak pun mengecek situasi di luar karena ada beberapa MG yang mencoba mendekat dan mengusir para MG. Itu sebabnya tidak ada sosok apapun di warung.

Jelaskan sekarang? Serem gak? Gak juga kan? hehe. Ayo simak cerita kakak waktu masih kecil di tahun 2002, pasti seru karena suasana begitu berbeda dari yang saya alami. Tapi... ceritanya di artkel selanjutnya ya hehe. Pastikan kalian tidak ketinggalan ceritanya dengan cara berlangganan artikel di blog saya. Caranya gimana sep? mudah kok, di bawah artikel ini ada kotak email nah disitu ada petunjuknya. Langsung aja masukin email kalian disitu dan dapatkan pemberitahuan setiap kali saya update cerita. Ok?!! hehe mantap

Ok cukup sedikit aja ya untuk malam ini, karena sambungannya bakal update besok. Inti dari cerita ini bukan dari sisi horror tapi dari sisi lain yang banyak orang salah kaprah mengartikannya. Memang banyak MG yang tidak baik dan suka berbohong, tapi jauh lebih banyak MG yang merasa tersiksa karena 'nyangkut' dan tidak bisa bebas karena kematian mereka yang tidak wajar, tidak ada keluarga yang tahu serta derita mereka lainnya yang tidak bisa saya bahas karena saking banyaknya. Banyak sisi lain yang banyak orang anggap MG dari segi fisik mengerikan tapi jika kita mengetahui lebih dalam maka kita akan mengenali bahwa tidak segalanya yang menyeramkan itu jahat. Akhir kata, 'mereka' juga punya perasaan. Septino Wibowo