Friday, September 22, 2017

Pengalaman Mistis Selama PKL Di Museum RA Kartini, Rembang

Halo guys, kali ini ada cerita panjang saya mengenai Museum Kartini di Rembang, Jawa Tengah. Sudah banyak email, inbox dan DM yang masuk request cerita ini karena saya yang dulu pernah tinggal di Rembang dan juga kebetulan PKL (Praktik Kerja Lapangan) di Kantor Dinas Museum Kartini Rembang dan pernah beberapa kali tugas di Museumnya juga bermain disana sesekali.

Sebenarnya tidak ada kesan menakutkan di cerita ini seperti kebanyakan cerita tentang mitos di Museum Kartini Rembang pada umumnya. Memang saya tidak pernah masuk di malam hari, tapi saya tahu bahwa 'penghuninya' tidaklah seseram dan sejahat orang orang bilang karena termakan berita hoax dan acara tv yang selalu dilebih lebihkan.

Septino Wibowo
Seperti yang kalian tahu, pada tahun 2013 acara TV pernah menggunakan Museum Kartini, Rembang untuk acara uji nyali dan reaksi saya tentang hal ini pasti akan berbeda dengan kalian. Ya, yang pertama tentang kesurupan. Hal ini tidak akan pernah terjadi jika 'mereka' tidak diusik terlebih dahulu. Dan 'mereka' itu memilih orang yang lebih lemah dari siapapun di kelompok itu terutama wanita karena 'mereka' akan lebih sedikit mengeluarkan energi 'mereka' untuk masuk dan disini yang kesurupan adalah bapak bapak yang berbadan gempal dan juga sebab kesurupannya tidak diketahui dengan jelas. Mencurigakan? Ya menurut saya. Berarti itu tipuan tv aja? Gak juga karena cuma pendapat saya saja, dikarenakan penyebab dan awal mula kerasukan tidak jelas, mungkin ada penyebabnya yang tidak terekam kamera, mungkin.

Baiklah meninggalkan tentang kerasukan kita mulai menelusuri tempat tempat di Museum, saya sudah menjelajahi semuanya dan mompotretnya tapi tidak semuanya utuh. Hanya beberapa foto saja yang masih ada di facebook karena dulu gak punya niatan buat share untuk menjadi bacaan jadi entah hilang di memori hp atau terhapus di facebook saya lupa tapi masih ada beberapa foto tentang benda benda bersejarah dan foto saya waktu SMK disana.

Ok, Cerita dimulai.
Kembali ke Okt-Des 2013
Saya sebenarnya memilih untuk PKL di telkom tapi saya tahu diri bahwa saya memang kurang aktif dikelas alias suka molor hehe tahu lah penyebabnya kenapa anak seperti saya suka kecapean dan molor di kelas (Anak yang memiliki kemampuan seperti saya pasti tahu hehe). Saya juga sulit berkonsentrasi setiap praktik karena ruang praktik yang tanpa orang orang sadari banyak anak kecil dan makhluk yang mengganggu saya ketika saya merespon 'mereka'.

Akhirnya saya PKL dengan sahabat saya yang bernama Dewi, Bayu dan Mareta di Kantor Dinas Museum RA Kartini. Kami semua memang akrab karena satu kelas. Di cerita ini saya tidak akan membahas hal pribadi dan tentang pekerjaan kami semua di PKl tapi tentang cerita mistisnya ya hehe. Di kantor, ada pekerja muda yang cantik, namanya sebut saja Mbak K (Privacy). Dia pernah cerita kepada saya bahwa dia merasa seperti terkena guna guna atau semacamnya sehingga dimanapun dia melamar kerja selalu ditolak. Dia bahkan mungkin sekarang menempuh S2 atau S3 saya lupa karena sudah tidak kontakan lagi lama sekali. Dia bercerita setiap hubungannya tidak pernah ada yang mau dengannya dan seperti semuanya terputus dan ada yang menghalangi. Dia juga bercerita bahwa kemungkinan yang melakukannya adalah mantannya yang sakit hati kepadanya.

Setelah mendengar cerita itu, dia bertanya kepada saya untuk melihat sosok apa yang menempel padanya. Saya tidak tahu siapa yang memberitahu Mbak K kalo saya bisa melihat 'mereka' mungkin salah satu teman saya. Secara penglihatan saya ada beberapa gumpalan hitam dibelakangnya tapi tidak tahu bentuknya dengan jelas tapi seperti pria telanjang. Entah waktu itu penglihatan saya yang masih lemah atau mungkin itu sosoknya saya tidak tahu tapi saya hanya mengatakan kepadanya apa yang saya lihat. Beberapa hari kemudian, dia datang lagi ke saya ketika jam makan siang dan semuanya sedang pergi. Dia sangat gembira karena dia sudah mengikuti ritual mandi kembang tujuh rupa dan beberapa ritual memecahkan kendi didepan pintu untuk menolak balah dan dia juga bilang akan segera keluar dari dinas karena dia memang sebenarnya tidak ingin bekerja disana dan ayahnya yang menyuruhnya disana dan lebih mengejutkannya lagi katanya dia .... ah privacy perusahaan tidak akan saya ceritakan, maaf ya hehe ini mengenai pekerjaannya di dinas. Mbak K sangat senang karena setelah ritual itu banyak lelaki yang mulai mendekatinya dan juga job yang berdatangan dan dia bilang mau keluar dan melanjutkan studynya. Mbak K juga sangat pandai menggambar hehe.

Ok selesai membahas Mbak K yang kita bahas selanjutnya adalah fokus ke Museum karena tidak ada orang lagi yang meminta bantuan saya tentang hal ghoib lagi.

14 Oktober 2013,
Saya menulis tanggalnya karena saya menyimpan gambarnya pada tanggal ini hehe jadi masih fresh diotak untuk mengingatnya. Saya kebagian tugas untuk ke Museum, entah disuruh apa saya lupa yang jelas ada banyak bule berdatangan dan teman saya Mareta berhasil berfoto dengan salah satu Bule yang tingginya dua kali lipat dirinya hahaha. Perhatian saya tertuju pada jajaran kursi yang berjejer rapi dengan satu meja di teras Museum. beberapa 'anak kecil' bermain dengan sosok tua berbaju adat jawi dengan senangnya mereka bermain kejar kejaran.

Kemudian ada bule yang bisa berbahasa indonesia menegur saya, dia bertanya dimana kamar mandinya. Saya pun menunjukkan arahnya disebelah kanan sebelah patung andong dan dua kuda. Dia pun berterima kasih dan berjalan pergi. Saya pun masuk museum dan mempotret benda benda bersejarah sementara pemandu tur Mbak cantik dari dinas entah siapa namanya saya lupa yang jelas dia sangat pandai berbahasa inggris dan sangat lues menanggapi para pengunjung bule yang antusias mendengarkan. Ketika saya menyentuh satu benda bersejarah saya langsung menyimpan memori masa lalu didalamnya yang tidak bisa saya jelaskan karena begitu acak. Saya pun kaget ketika ada sosok yang melihat saya didepan saya dan tersenyum. Saya hanya membalas senyum dan berlalu ke tempat lain.

Ketika saya melihat 'anak anak kecil' itu kemudian 'mereka' melihat saya dan kaget. Saya pun terkejut dan pura pura tidak melihat mereka tapi rasanya sudah terlambat. 'mereka' menghampiri saya dan melihat saya seperti kebingungan dan kemudian berlarian lagi. Saya pun bernafas lega dan terlihat konyol ketika ada satu bule memperhatikan saya dan tersenyum. Apa dia juga melihat 'mereka'? Saya tidak bertanya dan hanya melempar senyum kepadanya dan kemudian lanjut berfoto ria dengan banyak benda benda bersejarah mengikuti bule bule uhuy. Perhatian saya pun tertuju kepada belakang museum. Disana ada banyak sekali foto foto dan juga kursi meja bundar, pintu kayu besar.

Disana ada beberapa sosok yang menggunakan baju adat dan menari entah apa tarian itu tapi nampak bagus dan seragam. Ada beberapa sosok berbentuk amit amit tapi tidak menganggu dan juga banyak hal lainnya yang terlihat dan tidak menganggu saya walaupun akhirnya 'mereka' tahu kalo saya memperhatikan 'mereka'. Saya pun pergi ke belakang museum, disana ada taman kosong dan foto besar. ada jalan lorong yang pendek mungkin 10 meter menuju kamar mandi/toilet.

Saya kemudian ke tempat dua kuda dan andong atau orang jawa biasa sebut dokar. Patung kuda dan andong itu berisikan kisah. Dari sang pembuat patung sampai cerita yang dibuat didalam andong tersebut begitu rumit. Sungguh mahakarya yang luar biasa. Ada patung di gerbang dua pintu, saya sempat berfoto disana tapi saya hapus karena hasilnya jelek hehe.

Tidak ada hal yang menyeramkan ketika saya mengeksplor museum ini karena benda benda bersejarah dan tempatnya yang sudah berabat abat memiliki penghuni sendiri sendiri yang tidak mengganggu jika tidak diusik. Ya ada beberapa kejadian sih sebenarnya, beberapa kursi digerakkan anak kecil dan juga sosok Mbak kunti dan Genderuwo yang populer. Selalu saja mereka. Tapi alhamdulillah 'mereka' aman dan tidak menganggu saya ya enggak tau sih kalo kalian yang kesana hehe.

Pepohonan besar disekitar dinas dan museum? banyak sih tapi seperti yang saya bilang, mereka tidak terlalu bahaya "di siang hari". Kalo malam hari? Beda cerita bro sis hehe. Saya tidak pernah kedalam museum malam hari walaupun pernah ada acara turnamen silat sekaresidenan Pati diadakan di dinas ini tapi saya tidak mampir ke museum karena saya pikir akan berbahaya jika sendirian.

Well, selama 3 bulan PKL saya aman saja, tapi ada beberapa hal sih sebenarnya. Ketika saya menemani Mareta untuk buang air kecil atau BAB saya lupa. Di toilet ada beberapa makhluk tidak ramah, saya heran kenapa setiap penghuni toilet tidak ramah dengan saya hehe. Mareta sempat berteriak teriak untuk menunggunya, saya iyakan saja. Terus setelah dia keluar dari kamar mandi?..... ada sesuatu menempelnya, sosok berwajah jelek amit amit berambut panjang membuat saya terkejut kemudian saya bilang saja kalo ada sesuatu. Terus saya menyuruh si muka jelek itu pergi.

Ada lagi, ketika saya dan Bayu sedang free dan kami sedang istirahat. Kami memesan es white kopi (bukan iklan lo ya hehe) terus kami duduk disalah satu tempat duduk sebelah kantin. Dan... disebelah Bayu ada nenek nenek berambut putih dengan wajah yang aduhai seremnya membuat saya memalingkan wajah saya ke arah lain. Ketika saya dan Bayu diam diam diluar kantor bermain hp dan memakai WiFi kantor pun sama, ada sosok nenek nenek itu juga berada disebelah Bayu. Saya tidak mengerti kenapa sosok nenek nenek itu selalu ada bersama Bayu yang jelas dia seperti parasit ketika di kantor dan menghilang ketika kami pulang.

Bagaimana dengan Dewi? ada pengalaman mistis? Ada dong, waktu kami disuruh untuk foto copy banyak kertas didepan kantor dinas, dari pohon besar mengikuti Dewi. waktu itu agak mendung dan berangin. Saya tidak terlalu memperhatikan sosok itu karena terlihat biasa saja alias tidak menganggu walaupun jelas mukanya jelek. Setelah kami duduk dan menunggu foto copy makhluk itu ternyata mencoba masuk kedalam raga Dewi. Saya tidak tahu kenapa, mungkin Dewi sedang Mens, atau sedang sakit atau galau dan pikirannya kacau karena makhluk itu hampir menyatukan auranya. Saya pun berbicara dalam hati kepada sosok itu untuk segera pergi, saya mengancamnya akan membunuhnya dengan penjaga saya. Sosok itu terkejut dan mundur perlahan. Dewi yang melihat saya sedikit bingung pun bertanya ada apa. Saya hanya tertawa dan pura pura membeli minum.

Ok jadi sudah semuanya ya, berarti giliran menunjukkan foto foto yang masih tersisa tentang museum. Well, ini saat tanggal 14 Oktober 2013 dan juga beberapa pada saat kami mampir mengambil laporan kerja kami dan mampir sebentar ke museum sekedar berfoto.
Kata Mutiara RA Kartini

Kata Mutiara RA Kartini

Kata Mutiara RA Kartini

Museum Kartini, Rembang

Radio Bersejarah

Buku

Ini benda yang saya sentuh dan menunjukkan ceritanya

Tempat jalan Dewi diikuti sosok jelek

Kantor Dinas

Buku Budi Susalit

Saya dan M Ja'far Sodiq (Ingat cerita G.Argo P.1?)
Ok deh, sepertinya sampai disini dulu ya ceritanya, kalo ada yang ketinggalan atau lupa entar diupdate di artikel selanjutnya dengan part part lanjutan kalo ada. Gak serem kan? Gak lah. Cuma.... hanya harus berhati hati dan selalu jaga hati dan jaga diri saja biar ketika kita kesana tidak terjadi apa apa. Well, pengalaman mistis disana cukup mengesankan dan menurut saya tidak berbahaya jika siang hari, kalo malam hari beda lagi ya. Bahkan pekerja museum tidak berani berkunjung malam hari hehe. Ok, Akhir kata, 'mereka' memang ada disekitar kita, waspada dan jaga jarak saja. Septino Wibowo