Thursday, September 21, 2017

Pengalaman Pertama Kali Bertemu Kuntilanak

Halo guys, kali ini saya akan berbagi kisah tentang pengalaman saya pertama kali bertemu dengan Mbak kunti atau kuntilanak. Banyak orang bilang kalo kuntilanak itu banyak jenisnya. Jika dia meninggal beratus tahun yang lalu bisa menjadi alat pesugihan, dan menjadi khodam jika diwariskan dari leluhur dan titisannya bisa menjadi si pahit lidah seperti film Kuntilanak tahun 2006 yang sukses menjadi film horror top di jamannya. Ada pula yang bilang kalo kuntilanak itu berawal dari kematian wanita yang tidak wajar, dari dibunuh, kecelakaan, melahirkan kemudian meninggal dan masih banyak lagi kisah lain yang tentu berawal dari kematian yang tidak wajar.

Septino Wibowo
Sebelum saya berbagi kisah saya, saya ingin menjawab beberapa pertanyaan sobat pembaca setia saya tentang perbedaan kedatangan jin dan hantu atau arwah. Jin meruapakan makhluk Tuhan yang sudah ada sejak zaman nabi adam. Jin juga memiliki tingkatan ilmu masing masing, bisa beranak pinak dan bisa meninggal. Jin tidak terlihat oleh manusia karena dimensi yang berbeda namun bisa dilihat oleh orang tertentu saja yang diberi bekal kemampuan melihat 'mereka'. Sedangkan Hantu atau arwah adalah makhluk astral yang pernah hidup dengan kata lain adalah orang yang meninggal kemudian arwahnya 'nyangkut' di dunia entah dia tidak bisa menyebrang atau tidak mau menyebrang dengan alasan tertentu. Biasanya Hantu dan arwah yang 'nyangkut' ketika hidup mengalami banyak hal buruk dan meninggal secara tidak wajar.

Bagaimana kita bisa membedakan kedatangan mereka? Caranya menurut saya sesuai pengalaman sih hehe. Jika yang datang adalah jin, maka ada bau melati yang menyengat dan bau wewangian tak biasa, bau telur busuk atau bau bangkai dan ditandai dengan perbahan suhu dan reaksi tubuh seperti merinding. Jika yang datang adalah Hantu biasanya ada angin yang tidak biasa berhembus, bau danur (cairan orang meninggal) yang sangat kental, bisa juga dengan interaksi dan reaksi merinding.

Bagaimana dengan benda benda yang bergerak sendiri, suara suara aneh di malam hari, ketukan pintu dan bisikan bisikan aneh tak jelas? Itu bentuk interaksi 'mereka' untuk menunjukkan kalo mereka ada. Yang bisa menggerakkan benda, mengetuk pintu dan sebagainya hanya dari 'mereka' yang memiliki tingkatan yang lebih tinggi semisal level 3-4. Jika 'mereka' sampai mampu menampakkan diri bisa jadi mereka lebih tinggi tingkatannya dan hal ini juga bisa menguras energi 'mereka' dan perlu waktu yang lama untuk mengumpulkannya. Jadi gangguan seperti ini pasti tidak akan berkelanjutan lama seperti paranormal expereience di Youtube yang terdengar seram sampai ada part 1 sampai 10 menurut saya cuma hoax expreience yang tidak lazim dan tidak mungkin sampai seperti itu. Jika memang ada sampai berkali kali diganggu setiap hari pasti yang mengganggu tingkatan tinggi dan menurut saya cuma karangan bebas mereka saja atau melebih lebihkan untuk mendapatkan banyak penonton di video mereka.

Ok 3 pertanyaan sudah saya jawab dari beberapa pembaca setia saya hehe, sekarang saya akan berbagi cerita lagi untuk para pembaca setia saya hehe. Cerita ini sudah agak lama, sekitar waktu SD.

2004,
Saya tidak terlalu ingat tanggalnya karena waktu kecil saya memang gak perduli dengan hari biasa dan bulan karena yang saya selalu ingat adalah hari minggu hehe. Waktu itu adalah waktu dimana permainan "Boi" di desa saya begitu populer. Saya yang masih berumur 6-7 tahunan menjadi pemain paling kecil karena semuanya rata rata jauh lebih tua sekitar 12-14 tahunan tapi jangan salah. Dari kecil saya adalah pelari yang handal dan susah bagi mereka menangkap saya. Permainan "Boi" adalah permainan dimana ada tumpukan pecahan genteng yang disusun tinggi sekitar 20 cm dan pemainnya harus melempar bola kasti dan menghancurkan susunan genteng itu sampai berceceran. Yang jaga ada dibelakang tumpukan genteng itu untuk bersiap siap menyusun kembali pecahan pecahan genteng jika sudah maka harus mengambil bola kasti dan menangkap semua pemain. Orang yang ditangkap pertama dengan melempar bola kasti dan mengenainya, maka akan jadi yang jaga dan bekerja sama dengan yang jaga pertama dan akan terus berlanjut sampai yang jaga terakhir maka akan menjadi yang jaga selanjutnya.

Permainan ini sangat menyenangkan dan sangat digemari di desa saya waktu itu, tidak seperti jaman sekarang yang selalu menatap layar hp dan bermain permainan perang perangan dan sombong ujuk kebolehan, di permainan sederhana seperti ini bisa menjalin tali persaudaraan yang kuat. Saya sebagai anak yang paling kecil juga dihargai dan menjadi bagian dari mereka. Kami tertawa dan bahagia bersama dengan permainan sederhana ini dan di jaman sekarang? tidak ada satu anak kecilpun yang tahu permainan ini di desa saya karena perkembangan teknologi yang meracuni otak mereka karena tidak bisa menggunakannya dengan baik dan bijak. Semua karena pola asuh orang tuanya. Seharusnya permainan tradisional tetap dikembangkan tapi malah dianggap kampungan dan tidak bermutu dibandingkan mereka yang hanya memegang smartphone dengan sombongnya dan berunjuk gigi di permianan yang hanya menguras uang dan kuota.

Lanjut ke cerita, Permainan ini dilakukan biasanya di SD saya ketika sore hari sekitar jam 3. Kami akan hompimpa sampai menemukan siapa yang jaga dan bermain pertama. Saya menjadi pemain dan anak yang lebih tua dari saya yang jaga. Ketika pemain pertama sudah memecahkan tumpukan pecahan genteng semuanya berpencar. Saya pun bersembunyi di toilet Sekolah yang sangat kotor dan bau. Perlahan suara mereka terdengar menjauh yang artinya saya aman. Saya pun cekikikan sendiri di kamar mandi karena mereka tidak bisa menemukan saya, Tapi kesenangan saya tak berlangsung lama, Saya mendengar seseorang juga tertawa. Saya mengira itu adalah teman saya yang sudah berada didepan pintu. Saya pun menyerah karena tidak ada jalan lain lagi, ternyata pas saya buka bukan teman saya.

Sosok dengan wajah aduhai mengerikan, mata yang melotot hampir lepas dari tempatnya dan seringai senyum mengerikan sukses membuat saya sesak nafas. Saya tidak bisa berteriak dan juga bergerak. Sekujur tubuh saya kaku seakan akan keram disekujur tubuh. Dia yang berada dipojok dan melihat saya pun menatap saya kembali dan mendekat. Saya tidak tahu pandangan apa itu tapi dia seperti heran dan sedikit mundur setelah melihat wajah saya. Saya mulai berkeringat dingin dan gemetar hebat. Tak lama kemudian sosok itu pun menghilang setelah ada anak kecil yang datang menghampiri saya dan menyentuh pundak saya bingung.

Anak kecil itu bertanya kenapa saya sampai keringatan dan tangan saya yang begitu dingin. Saya hanya menggeleng kepala dan mencoba mengambil nafas panjang dan segera keluar bersama anak kecil itu. Beberapa langkah setelah keluar dari toilet itu, saya melihat ada yang mengintip dari sela sela lubang tembok yang memang dibuat berpori. Saya pun segera mempercepat langkah kaki saya dan menggandeng anak kecil itu lalu pergi ke persembunyian lain.

Sekolah Dasar saya dulu memang terkenal angker. Banyak sekali hantu yang bersarang disana seperti Wewe Gombel di tiang bendera yang sering orang melihatnya, sosok seperti tinggi besar di beberapa pohon mangga, dan pocong di sekitar area rumah penjaga sekolah, serta mbak kunti yang baru saja saya lihat. Banyak cerita dari teman saya yang melihat hantu dan sosok sosok mengerikan di sekolah saya dulu itu. Walaupun begitu, saya tidak pernah menceritakan kisah saya mengenai melihat sosok mengerikan itu kepada siapapun sampai saatnya sekarang saya menceritakan dalam bentuk tulisan.

Banyak hal yang tidak seharusnya kita ceritakan, banyak hal yang mungkin perlu kita ceritakan, dan banyak hal yang mungkin kita ceritakan di waktu yang tepat. Semoga kisah saya kali ini menghibur kalian semua dan ada pesan dari saya mengenai hal ghoib. "Jangan sekali kali menantang makhluk astral jika tidak ada pegangan apapun, jangan sekali kali sok berani uji nyali ke tempat angker jika kalian belum siap bertemu dengan 'mereka', jangan bandingkan rupa mereka dengan hantu yang kalian lihat di tv atau film bioskop karena wujud 'mereka' sagat jauh lebih mengerikan daripada yang kalian bayangkan dan jaub lebih berbahaya dari apa yang kalian perkirakan". Mungkin cukup ini dulu ceritanya entar nyambung lagi di cerita selanjutnya. Akhir kata, 'mereka' memang akan selalu ada disekitar kita. Septino Wibowo