Wednesday, September 20, 2017

Sejarah Hantu: Derita Mbok Lastri

Halo guys, hari ini posting dua kali ya hehe karena gak tahan ingin posting cerita ini dari kemaren kemaren. Saya kali ini akan memberikan cerita tentang sejarah hantu Mbok Lastri. Siapa itu Mbok Lastri? Mbok Lastri adalah penduduk jaman dulu di Tayu tempat saya tinggal yang meninggal dengan cara yang tidak wajar yaitu kedua lengannya putus dan tenggelam dilautan biru Tayu.

Tayu pada jaman dulu masih berupa pantai yang membentang luas yang sedikit sekali penduduknya. Mbok Lastri ini adalah salah satu penduduknya. Dia tinggal bersama suaminya yang sering pergi melaut manjadi nelayan. Jarak antar rumah pada jaman dulu memang bisa dikatakan jauh dari satu rumah dan rumah lain sehingga nuansa sunyi dan damai. Tapi kedamaian itulah yang membuat hal mengerikan terjadi, karena jarak yang begitu jauh antar rumah. Jika ada sesuatu terjadi maka ketika hendak meminta pertolongan akan sangat sulit.

Septino Wibowo
Mbok Lastri itu nama yang ia katakan kepada saya ketika saya berbincang dikamar saya dengannya beberapa minggu lalu. Beliau datang kembali bukan karena sebab, dari penampilannya yang mungkin kalian akan menjerit dan jantungan melihatnya serta rupanya yang rusak menambah kesan keram pada Mbok Lastri. Mbok Lastri menemui saya karena dia pernah melihat saya berkomunikasi dengan makhluk halus, dan Mbok Lastri pun penasaran dan menghampiri saya ke kamar saya pada malam hari sekitar jam 11:30 malam waktu saya mengerjakan blog san video saya. Dia muncul secara tiba tiba di pojok kamar saya dan meminta izin pada penghuni kamar saya dan diizinkan untuk bertemu dengan saya.

Kesan pertama yang saya tangkap dari Mbok Lastri adalah mengerikan. Dia menghampiri saya tanpa lengan dengan wajah hancur parah menggunakan baju adat jawa seperti nenek saya yaitu baju orang orang jaman dulu yang ada kancing cepret tiga dan memakai udet serta jarik. Dia langsung mendatangi saya dari sudut ruangan saya dibelakang kasur dan mengagetkan saya disamping saya. Saya hanya mengelus dada dan geleng geleng kepala melihat penampilannya.

KISAH MBOK LASTRI
Dia pun berbisik kepada saya mengucapkan salam dan memberitahu tujuannya kepada saya dalam bahasa jawa yang sangat santun. Saya pun kaget, ternyata dia MG yang baik walaupun dengan penampilan yang mengerikan. Dia menyampaikan kalo dulu dibelakang rumah saya adalah peternakannya dan rumahnya tidak jauh dari jalan raya. Dia menyampaikan kalo dia rindu dengan suaminya, dia sudah tidak bertemu dengan suaminya beratus tahun dan datang tiba tiba ke saya hadehh. Dia bilang dia sering keliling kampung tapi jarang menampakkan diri. Ya iyalah pasti pada jantungan dan lari kalo dia menampakkan diri haha.

Setelah itu dia bercerita tentang kisahnya sedikit tentang saya, Selama dia masih hidup. Dia bukan orang yang banyak bicara dan sering dianggap menggunakan ilmu hitam karena parasnya yang cantik walaupun umurnya waktu itu sudah terbilang tua. Dia tidak punya anak dan hanya hidup dengan suaminya. Walaupun tidak memiliki anak, mereka bahagia sampai suatu hari suaminya pergi ke laut dan tak pernah kembali lagi. Tidak ada kabar apapun mengenai suaminya bahkan orang orang yang bersama suaminya di laut ketika kembali bungkam dan tidak memberitahu dimana suaminya.

Rukun dengan tetangga hanya Mbok Lastri yang rasakan sementara banyak orang mulai membicarakannya karena kecantikannya. Tetangga mulai menggunjingnya dan mengolok olok kalo Mbok Lastri adalah p3nyihir dan suaminya dijadikan tumbal. Mbok Lastri yang waktu itu hanya mendengar hal itu dibalik rumah tetangganya yang sedang menggunjingnya menangis dan berlari kerumah. Mbok Lastri tidak menyangka bahwa tetangga yang ia selalu beri ikan setiap suaminya pulang menggunjingkan tentang dia dan mengganggap dia adalah p3nyihir.

Keesokan harinya banyak warga berdatangan ke depan rumah Mbok Lastri yang kecil itu. Mereka membawa obor dan kap4k serta benda tajam lainnya. Mbok Lastri yang mengintip dari celah gedek (Anyaman bambu untuk tembok rumah) mencoba melarikan diri lewat belakang rumah tapi alangkah terkejutnya dia ketika banyak wanita paruh baya sudah ada dan menyeretnya ke samping rumah.

Mereka pun segera memasung Mbok Lastri yang menangis dan menjerit jerit karena kesakitan tangannya digembok terlalu kuat. Beberapa warga berteriak dan berkata untuk membak4r Mbok Lastri hidup hidup. Mendengar perkataan warga Mbok Lastri hanya bisa menangis sesenggukan dan menahan rasa sakit di pergelangan tangannya.

Para wanita pun terlihat emosi, salah satu bilang potong saja tangannya. biar dia tidak bisa menggunakan mantranya lagi. Ada banyak dari mereka yang meng iyakan dan dengan sadisnya wanita paruh baya melepaskan gembok pasung dan mengangkat tangan kanan Mbok Lastri, sementara yang lainnya mengangkat tangan kiri Mbok Lastri. Mbok Lastri pun berteriak dan dalam hati berdoa dan memohon ampun kepada Gusti (Pada jaman dulu kebanyakan orang masih percaya menyembah lautan) dan menatap lautan dengan gemetar hebat. Kemudian dengan berteriak Wanita paruh baya itu menghilangkan tangan kanan Mbok Lastri dan juga tangan kiri Mbok Lastri. Mbok Lastri menjerit sampai tidak mengeluarkan suara dan darah bercucuran deras. Beberapa saat kemudian Mbok Lastri tidak bernafas lagi.

Para bapak bapak pun mengangkat jasat Mbok Lastri kedalam rumahnya dengan kedua tangan putusnya kemudian membakar rumahnya dengan jasat Mbok Lastri yang berada didalamnya. Mbok Lastri menceritakan hal itu dengan ditail saya pun bisa merasakan sesak nya apabila saya berada disana waktu itu. Tiga teman kecil saya menangis mendengar cerita Mbok Lastri. Noah pun menghentikan tangisnya dan menenangkan dua temannya yang masih menangis. Tanpa saya sadari saya pun juga menangis, saya tidak habis pikir kenapa penduduk waktu itu bisa setega dan sekejam itu. Pikiran dangkal mereka sangatlah buruk dan merenggut nyawa wanita malang yang baik dan dulunya berparas cantik ini.

Setelah Mbok Lastri selesai bercerita, dia bilang kalo paras saya hampir mirip dengan suaminya hehe, tapi dia hanya bercanda dan dia sangat berterima kasih karena tidak kabur setelah melihatnya hehe. Dia bilang dia mau tinggal disekitar sini dan saya pun dengan senang hati menerimanya dengan syarat dia tidak boleh menampakkan diri kepada siapapun. Karena akan berakibat fatal jika mamak atau orang lain yang melihat hehe. Dia pun berpamitan dan memberi salam kepada saya dan tiga teman kecil saya setelah itu pergi menghilang.

CATATAN: Ada beberapa kata yang saya perhalus karena begitu mengerikan jika dijabarkan dengan frasa layaknya novel.

Itulah cerita Mbok Lastri yang menguras emosi dan air mata saya ketika melihat ceritanya. Makanya saya tidak sabar untuk berbagi cerita ini kepada kalian karena banyak pesan moral yang bisa kita ambil dari cerita Mbok Lastri kali ini. Tidak semuanya yang kita anggap buruk itu seburuk apa yang kita pikirkan, Kadang penampilan bisa menipu. Yang berhati baik sering mendapatkan cobaan dan juga siksaan yang luar biasa. Kadang pemikiran dangkal bisa sangat berbahaya. Kadang kita harus memikirkan sesuatu berulang kali dan mengetahui kebenarannya sebelum menghakimi dan berbuat diluar batas.

Semoga cerita Mbok Lastri diatas bisa menjadi pelajaran bagi kalian semuanya dan bisa mengambil hikmahnya. Akhir kata, 'mereka' itu memang selalu ada disekitar kita. Septino Wibowo