Tuesday, October 3, 2017

Sejarah Hantu: Derita Fitri Si Cantik Yang Buta dan Bisu

Halo guys, kali ini balik lagi ngisi cerita tentang sejarah hantu. Awalnya saya membuat kategori ini di blog saya karena saya ingin menceritakan kisah tiga sahabat kecil saya. Tapi makin kesini semakin banyak orang yang menyukai cerita sejarah dari hantu yang dulu pernah hidup juga. Saya sangat berterima kasih kepada kalian yang sudah membaca dan memberi respon positif kepada semua cerita hantu yang saya buat di blog ini. Saya sangat senang kalian menikmati cerita demi cerita yang saya alami maupun dari beberapa teman saya dan juga dari 'mereka'.

Septino Wibowo
Sebelum bercerita tentang Sejarah hantu ini saya mau menyampaikan atau menjawab beberapa pertanyaan dari para pembaca setia saya. Banyak yang bertanya, ketika Astral Projection apakah kita akan melihat yang aneh aneh? Tentu saja iya. Bagaimana cara kita berkomunikasi dengan 'mereka' ketika melakukan Astral Projection? Sebenarnya saya tidak menyarankan ini karena cukup ekstrim jika kalian berkomunikasi dengan 'mereka' di wilayah 'mereka'. Walaupun saya juga sering berkomunikasi dengan 'mereka' tapi saya jarang bertanya kepada 'mereka' saat Astral Projection kecuali kepada sosok yang saya rasa positif.

Caranya gak susah kok, bahkan kamu gak akan sadar ketika kamu mencoba berkomunikasi dengan mereka seperti hanya menggunakan pikiran kamu dan kamu tidak perlu membuka mulut, kamu juga akan langsung mendengar ucapan 'mereka' pas di telingamu ketika mereka berkomunikasi denganmu, jadi kayak orang telepati yang hanya berbicara dengan pikiran dan nyampe gitu hehe. Ada lagi yang tanya, kemungkinan kita akan diikuti oleh 'mereka' ketika kembali ke tubuh kita berapa persen sih? Kayaknya kemungkinan itu hampir 80% menurut saya hanya jika kamu berbuat yang tidak wajar di dunia 'mereka' yang membuat 'mereka' penasaran dan bakal ngikutin kamu.

Ada lagi pertanyaan tentang bagaimana saya dapat cerita tentang 'mereka'. Sebenernya ini lumayan menyeramkan sih, karena saya mendapatkan cerita 'mereka' itu ketika saya berinteraksi dengan 'mereka' terus mereka langsung bercerita secara 'visual' dan langsung membuat saya seolah olah masuk kedalam cerita tersebut dan melihatnya secara langsung, apa saja yang terjadi dan hal ini juga menguras energi saya. Kadang saya juga sampai migren atau bahkan muntah muntah karena kecapean. Kadang 'mereka' sendiri yang cerita kisah 'mereka' tapi kadang saya juga kepo ingin tahu kisah 'mereka' dengan cara mendatangi dengan baik baik dan mencoba berinteraksi. Jika respon 'mereka' baik maka saya akan lanjut jika respon 'mereka' sudah tidak baik dari awal ya saya dengan tangan hampa akan pergi dari tempat itu sesegera mungkin untuk menghindari hal hal yang tidak diinginkan.

Ok, udah puas dengan jawaban saya? ok kita lanjut ke pembahasan pokok artikel ini. Sejarah hantu tentang Mbak Fitri yang sewaktu hidup mengalami cacat yaitu kebutaan sebelah mata kanannya dan bisu. Walaupun begitu Mbak Fitri ini mempunyai paras yang cantik. Saya mendapatkan cerita Mbak Fitri dari gedung tua di kota yang saya singgahi beberapa waktu lalu ketika traveling dengan kakak. Ketika saya melihat 'Mbak Fitri' menangis disebelah pohon beringin dekat sumur di gedung tua saya pun sedikit kepo. Setelah mendekat ternyata Mbak Fitri melihat saya memperhatikannya dan seperti terkejut dan bersembunyi. Saya tidak merasakan aura negatif dari Mbak Fitri walaupun dia seorang 'kunti'.

Setelah saya melihat lihat pohon beringin itu untuk mencari keberadaan Mbak Fitri dan dia gak muncul juga akhirnya saya pun pergi. Langkah saya terhenti ketika saya merasakan ada yang mengikuti saya keluar dari gedung tua. Kemudian Mbak Fitri berbisik "Apa kamu bisa melihatku?" kemudian saya hanya mengangguk tanpa menengok ke belakang. Setelah itu saya pun mencoba tenang dan duduk di tangga gedung dan Mbak Fitri pun menangis lagi. Saya kemudian bertanya dalam hati, "Mbak kenapa disini? DImana semua 'penghuni'?", kemudian Mbak Fitri menjawab dalam bisikan, "Mereka bersembunyi, mereka tak mau melihatmu yang membawa lima pengawal". Saya pun terkejut mendengarnya, berarti Mbak Fitri ini termasuk positif karena dia tidak ketakutan dengan penjaga saya dan penjaga saya juga tidak merasa Mbak Fitri adalah ancaman.

Kemudian saya pun bertanya, "Kenapa mbak bisa disini? Apa Mbak nyaman tinggal disini?", Mbak Fitri hanya geleng kepala dan menangis lagi. Kemudian dia berbisik lagi, "Masih ada sesuatu yang tertinggal disini dan itu milik saya. Itulah kenapa saya tidak bisa pergi", Saya pun mencoba mencerna bisikan Mbak Fitri. Saya bertanya lagi, "Apa yang tertinggal mbak?", kemudian mbak fitri menunjukkan cerita hidupnya dengan sekilas kepada saya.

Sudah siap membaca cerita Mbak Fitri? Siapin tisu ya hehe, ceritanya hampir seperti Mbok Lastri yang sangat menyedihkan.


Cerita dimulai,

Mbak fitri adalah anak yang riang. Sewaktu kecil dia memang sangat cantik, tapi ada beberapa kekurangan Mbak Fitri yaitu buta mata sebelah kanan dan bisu. Fitri kecil yang cantik itu sering diejek oleh temannya si buta dari gua hantu dan juga diejek bisu. Kadang fitri kecil menangis untuk meluapkan emosinya karena sakit hati oleh ucapan temannya. fitri kecil ingin sekali bisa seperti temannya yang normal dan bisa menceritakan banyak hal dari mulutnya. Tapi setiap dia mengucapkan sesuatu yang keluar hanya suara yang tak banyak orang mengerti. Hanya nenek fitri dan adiknya lah yang paham ucapan fitri.

Memiliki kekurangan bukanlah akhir dari segalanya, fitri kecil sangat berbakat membuat cerpen di sekolah. Dia juga sangat pintar menggambar dan membuat prakarya yang unik dan sering menjual prakarya itu kepada teman temannya yang baik dan mau menolongnya. Beranjak remaja Fitri pun makin cantik dan dengan kulit putih bersih dan juga rambut hitam panjangnya. Karena Fitri tidak diterima di sekolah menengah pertama manapun karena kekurangannya itu Fitri memutuskan untuk putus sekolah dan membantu neneknya berjualan di Pasar dan berharap adiknya bisa bersekolah setinggi mungkin.

Setiap hari Fitri membantu Neneknya berjualan rempah rempah seperti bawang merah, bawang putih, cabai dll di pasar. Suatu hari ada sekelompok anak muda yang berpenampilan garang melihat fitri berjualan. Kebutaan mata kanannya bukanlah kekurangan bagi para sekelompok anak muda itu. Sekelompok anak muda itu sangat suka menggoda fitri hampir setiap hari. Kadang Fitri berontak dan marah tapi malah ditertawakan sekelompok anak muda itu. Nenek fitri yang melihat fitri frustasi pun menyuruh fitri istirahat dan mengusir para anak muda itu. Para anak muda itu pun mengancam akan bertindak kejam seuatu hari nanti dan hal itu pun benar terjadi.

Sore hari pun datang, Nenek dan fitri pun menutup dagangannya di pasar dan hendak pulang. Perjalanan dari rumah fitri dan pasar lumayan jauh tapi mereka tempuh dengan jalan kaki. Di tengah perjalanan sekelompok anak muda tadi yang menggoda fitri pun menghalangi fitri dan nenek untuk lewat. Fitri yang sudah tidak tahan lagi pun mengambil krikil krikil kecil di pinggiran jalan dan melempari anak anak muda itu. Merasa tidak terima, anak anak muda itu pun langsung mencengkram tangan fitri dan dua orang memegangi fitri. Nenek fitri pun berteriak minta tolong tapi sayangnya sore hari tidak ada satu orang pun yang lewat. Nenek pun menangis dan memohon untuk melepaskan cucunya itu. Tapi anak anak muda itu tidak mendengarkan nenek dan membawa fitri ke gedung tua.

Nenek pun mengikuti mereka sambil menangis meronta ronta memohon agar cucunya dilepaskan. Karena tidak ada respon dari para anak muda itu dan fitri juga yang berteriak tidak terlalu kencang karena bisu membuat nenek marah dan nekad. Nenek pun mengambil besi panjang didekat pintu yang sudah ambruk di dekat gedung dan memukul mukul salah satu anak muda itu. Anak muda itu pun memar pada bagian kepala dan berdarah pada bagian tangan. Anak muda itu pun emosi dan mengambil besi panjang ditangan nenek dan membalas memukul nenek dan mengenaik kepala nenek dan darah pun mengalir. Nenek pun meninggal ditempat.

Fitri yang melihat neneknya terbunuh pun menangis sejadi jadinya sampai suaranya hampir hilang dengan mulut menganga saking kaget nya dan air matanya terus saja mengalir. Fitri memanggil nenek berulang kali dan tubuhnya mulai gemetaran. Para anak muda itu pun mulai bertengkar menyalahkan satu sama lain karena nenek yang meninggal. dua dari anak muda itu pun membawa jasad nenek itu ke belakang gedung tua dan membuangnya kedalam sumur tua disana. Kemudian fitri disekap dengan kain yang sepertinya sudah anak muda itu persiapkan. Mereka pun menelanjangi fitri dan memperkosanya bergantian sampai akhirnya fitri meninggal karena sulit bernafas.

Para anak muda itu pun akhirnya memakaikan baju fitri lagi dan membuangnya kedalam sumur ditempat yang sama dimana nenek dibuang. Saya pun akhirnya sadar setelah cerita itu diceritakan dan air mata saya mengalir dengan bebas. Saya sampai sesenggukan dan meler melihat cerita Mbak Fitri ini. Kejadian yang terjadi puluhan tahun itu sukses membuat saya sesak di dada saya. Bagaimana ada orang orang yang setega itu kepada wanita. Mbak Fitri pun menangis lagi disebelah saya. Kayaknya emang hobinya mbak fitri yang nangis muluk atau memang karena terlalu emosional.

Kemudian saya mengusap air mata saya dan mencoba bertanya lagi, "Dimana nenek mbak?" Mbak fitri pun menunjuk kearah atas yang artinya sudah pulang ke tempatnya. Kemudian saya bertanya lagi, "Kenapa mbak gak ikut nenek keatas? Atau mbak masih nunggu orang untuk mengambil jasad mbak dan nenek di dalam sumur?", Mbak fitri menggeleng kepala. Di pun berbisik, "Saya belum siap, tapi mungkin setelah ini saya sudah siap". Kemudian Mbak Fitri tersenyum dan menghilang.

Gimana guys? Ceritanya cukup menghibur kalian? Yahh dari cerita diatas saya menjadi semakin respect kepada para wanita yang sangat kuat menjalani hidup ini. Banyak sekali pelajaran yang dapat kita ambil dari kisah Mbak Fitri diatas. Terutama untuk para wanita agar selalu menjaga diri dimanapun dan kapanpun. Dan untuk para laki laki, jika kalian memang laki laki jangan sekali kali melakukan hal bodoh yang berakibat fatal, atau membuat kesalahan besar seperti cerita diatas. Semoga cerita diatas dapat menghibur dan bisa menjadi pelajaran bagi kita semua. Akhir kata, 'mereka' punya banyak cerita. Septino Wibowo